cafe sawah

Liburan ke Cafe Sawah

Hay temen-temen semua,  gimana nih kabarnya, sehat bukan? Semoga pada sehat semua deh, soalnya kalau lagi dalam kondisi sakit, bawaannya pengen tiduran aja gitu, jadi gak ada semangat buat jalanin aktivitas. Dan yang paling penting adalah ketika kamu sehat kamu bisa liburan kemana aja. Eits, tapi buat yang ada uang aja ya. Hehe

Kali ini saya akan sedikit membagikan pengalaman ketika liburan ke Cafe Sawah.

Tentang Cafe Sawah

Tentang Cafe Sawah

cewealpukat.com

Desa Wisata Pujon Kidul, oleh sebagian orang disebut sebagai kepingan surga di bumi Arema (Arek Malang). Hal itu dikarenakan lokasi wisatanya yang begitu sangat indah dengan view pegunungan yang berada di sampingnya.

Cafe Sawah adalah destinasi wisata alam yang terbilang masih baru, berlokasi di Pujon Kidul Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Cafe Sawah mengusung konsep outdoor pedesaan, oleh karena itu tempat wisata yang satu ini terlihat begitu sangat tradisional.

Hal-Hal yang di Persiapkan Sebelum Berangkat

Hal-Hal Yang di Persiapkan Sebelum Berangkat

pixabay.com

Ketika sobat ingin berlibur ke Cafe Sawah, maka ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Sama! saya pun ketika akan jalan-jalan ke Cafe Sawah juga melakukan persiapan terlebih dahulu, karena demikian dapat menunjang lancarnya kegiatan yang akan dilakukan ketika telah sampai di TKP.

Lalu apa aja sih yang perlu dipersiapkan?

Woles bro, gak perlu terburu-buru. Yang paling penting pastinya adalah kamu harus nyiapin uang saku ya sebelum berangkat. Hehe

Eh, kok malah jadi bahas tentang tutorial sih! Pengalamannya mana?

Oke-oke, sorry ya jadi ngelantur.

Ketika saya akan pergi ke Cafe Sawah, terlebih dahulu saya menyiapkan barang-barang yang sangat penting untuk dipakai ketika nantinya telah sampai dilokasi. Ada yang tau apakah barang penting itu?

Yah, gak ada yang tau ya!

Henpon!! Iya Handphone. Siapa sih jaman sekarang yang bisa hidup tanpa handphone. Jawabannya, gak ada. Soalnya menurut pengalaman pribadi saya, handphone itu sudah menjadi barang primer yang sangat urgen dikalangan milenial seperti saat ini.

Jalan-jalan gak bawa handphone, mungkin ibaratnya sudah seperti lirik lagunya bang Rhoma kali ya,”HIDUP TANPA CINTA HANDPHONE BAGAI TAMAN TAK BERBUNGA”. Wkwkw

Sangat gak asyik rasanya ketika sedang liburan atau jalan-jalan tanpa membawa handphone. Gak usah jauh-jauh deh, pas keluar rumah gak bawa handphone aja rasanya gak enak banget. Iya gak sih!

Sebenarnya hal yang paling penting dari handphone adalah pada kameranya. Hehe

Soalnya saya sendiri masih belum punya kamera digital, jadinya masih mengandalkan kamera handphone sebagai alat dokumentasi. Ya, masih kurang sih sebenarnya. Tapi sudah lumayan untuk kualitas gambarnya gak terlalu jelek kok.

Alhamdulillah.

Intinya, harus banyak bersyukur aja deh dengan segala hal yang masih kita miliki. Kerena masih banyak orang yang berada jauh dibawah kita. Untuk makan saja terkadang mereka hanya satu kali dalam sehari.

Persiapan yang saya lakukan selanjutnya adalah menyiapkan alat-alat perlengkapan yang meliputi :

  1. Uang dan dokumen untuk keperluan tak terduga(KTP, SIM, Dst)
  2. Kaca mata hitam, biar tetap cool ditengah cuaca yang tak menentu
  3. Power Bank
  4. Makanan-makanan ringan(soalnya kalau belinya di lokasi harganya mahal????)
  5. Topi(kalau saya selalu membawa, soalnya malang termasuk daerah yang terik meskipun cuaca nya dingin)

Waktu Buat Kumpul Bersama Keluarga

Waktu Buat Kumpul Bersama Keluarga

pixabay.com

Momen liburan adalah saat yang tepat untuk kumpul bersama keluarga. Setelah beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan sebelumnya melakukan aktivitas yang kebanyakan dilakukan di luar rumah.

Saya sendiri (sebelum nulis blog ini) adalah seorang kuli bangunan. Jadi setiap hari harus berangkat pagi dan pulang ketika matahari hampir tenggelam. Ironisnya lagi adalah ketika telah sampai rumah, badan terasa sangat pegal. Waktu bersama keluarga menjadi sangat minim.

Nah, melalui liburan inilah yang saya manfaatkan se-optimal mungkin, agar hubungan antar personal dan keluarga tak menjadi renggang. Saat berlibur lah yang akhirnya dapat menjembatani kedekatan antar anggota keluarga.

Memilih Cafe Sawah sebagai destinasi berlibur adalah sesuatu yang sangat ideal. Hal itu disebabkan oleh adanya keterkaitan antara jarak tempuh yang terbilang cukup dekat dan juga biaya yang sangat ekonomis. Hihihi

Kesederhanaan adalah jalan, kebahagian adalah tujuan. Bukankah banyak dari mereka yang bergelimang kemewahan akan tetapi sulit meraih kebahagiaan”.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 08:30 WIB, dan baru sampai ke tujuan setelah pukul 11:05.

Eits, tunggu dulu. Itu bukan berarti perjalanan dari rumah ke-tujuan berdurasi 2 Jam 35 Menit. Saat itu saya, eh kami deng maksudnya (karena perjalanan bukan hanya saya sendiri) mampir terlebih dahulu ke rumah saudara, yang rumahnya cukup dekat dengan lokasi wisata Cafe Sawah.

Mungkin hanya 5-10 menit jarak tempuh jika ingin ke Cafe Sawah (tapi ingat ya, ini jarak tempuh dari rumah saudara), bukan dari rumah saya. Jika di hitung dari rumah saya, jarak tempuhnya mungkin berada pada kisaran 40-50 menit.

Lumayan jauh sih, itupun kalau tidak kejebak macet. Kalau sampai kena macet bisa-bisa sampai 1 jam-an lebih. Lama ya? Yah lumayan (kalau dihitung pakai standar jarak antar desa).

Saya Berangkat Ngga Sendiri.

Tapi, ada beberapa orang yang ikut bersama saya. Ibu, kakak, dan bibi saya pun turut meramaikan berlangsungnya liburan kali ini. Gak ramai-ramai banget sih, tetapi sudah sangat lumayan untuk kumpul bersama keluarga.

Alhamdulillah.

Pokoknya selalu syukur aja deh apapun situasi dan kondisi yang ada.

Asyiknya Menikmati Kuliner Khas Dengan Pemandangan Yang Indah

Asyiknya Menikmati Kuliner Khas Dengan Pemandangan Yang Indah

pixabay.com

Setelah beberapa jam berada di lokasi Cafe Sawah, akhirnya kami mencoba mencicipi menu yang ada di tempat wisata tersebut. Saat itu saya beserta rombongan dalam keadaan yang lumayan masih kenyang.

Kami memutuskan untuk hanya membeli minuman dan makanan ringan saja.

Ketika itu kami berada disebuah gazebo yang masih sangat tradisional sekali. Hampir 90% komponennya terbuat dari bambu.

Sambil menunggu makanan dan minuman yang telah kami pesan siap untuk dihidangkan, saya dan geng menyela dengan berfoto-foto.

Ada banyak sekali spot foto yang instagramable. Buanyak.

Sangat sayang sekali apabila melewatkan momen berlibur tanpa ada dokumentasi. Walaupun engga banyak yang bisa dijepret. Setidaknya ada bahan untuk dipamerkan ke temen-temen ketika nanti kumpul-kumpul. Hehe

“Mas yang pesan milk tea hangat tadi kan”? tanya seorang waiters yang ada di hadapan kami.

“Oh iya mbak, saya yang pesan. Terima kasih ya”.

“Ini juga sekalian pesanan beras kencurnya, yang tadi di pesan ibunya (sambil melengok ke depan, bertatapan mata dengan ibu saya)”.

matur suwun nggeh mbak”sahut ibu saya datar dengan sedikit tersenyum.

Setelah semua mendapatkan pesanannya masing-masing, kami mulai untuk mencicipinya.

Sambil bersantai di sebuah gazebo, saya dan rombongan sangat menikmati hidangan yang telah dipesan.

 

Sekian gaes.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: