Metode Assure, Pengertian, Manfaat dan Tujuannya

Content

Pengertian dari Metode Assure

Metode Assure adalah singkatan dari Analyze learners, State objectives, Select methods, Utilize media and materials, Require learner participation, dan Evaluate and revise. Ini adalah pendekatan sistematis yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengajaran untuk memastikan efektivitasnya.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang setiap langkah dalam metode ASSURE:

  1. Analyze learners (Menganalisis peserta didik): Langkah ini melibatkan pengumpulan informasi tentang peserta didik, termasuk latar belakang, kebutuhan, minat, dan gaya belajar mereka. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik peserta didik agar materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
  2. State objectives (Menyatakan tujuan): Langkah ini melibatkan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik. Tujuan ini harus dapat diukur sehingga dapat dievaluasi apakah tujuan tersebut tercapai.
  3. Select methods (Memilih metode): Pada langkah ini, metode dan strategi pengajaran yang sesuai dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Metode pengajaran dapat mencakup ceramah, diskusi kelompok, proyek, simulasi, atau penggunaan teknologi pembelajaran.
  4. Utilize media and materials (Memanfaatkan media dan materi): Langkah ini melibatkan pemilihan dan penggunaan media dan materi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media dan materi ini dapat mencakup buku teks, presentasi multimedia, video, perangkat lunak pembelajaran, atau sumber daya online.
  5. Require learner participation (Mengharuskan partisipasi peserta didik): Peserta didik harus secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Langkah ini mendorong partisipasi peserta didik melalui diskusi, tugas-tugas berbasis masalah, aktivitas kolaboratif, atau eksperimen.
  6. Evaluate and revise (Mengevaluasi dan merevisi): Setelah pembelajaran selesai, langkah terakhir adalah mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan ulang metode dan strategi yang digunakan. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk merevisi dan meningkatkan desain pembelajaran di masa depan.

Metode ASSURE adalah kerangka kerja yang membantu pendidik merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, tujuan pembelajaran, dan penggunaan media dan materi yang tepat.

Manfaat memakai Metode Assure

Memiliki beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh pendidik dan peserta didik, antara lain:

  1. Pengajaran yang disesuaikan dengan peserta didik: Langkah pertama dalam metode ASSURE adalah menganalisis peserta didik, termasuk karakteristik, kebutuhan, dan gaya belajar mereka. Hal ini memungkinkan pendidik untuk merancang pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan individual peserta didik, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi mereka.
  2. Fokus pada tujuan pembelajaran yang jelas: Dalam metode ASSURE, langkah kedua adalah menyatakan tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. Ini membantu pendidik untuk memiliki panduan yang jelas tentang apa yang ingin dicapai oleh peserta didik dan memastikan bahwa pengajaran difokuskan pada tujuan tersebut.
  3. Pemilihan metode yang beragam: Metode ASSURE mendorong pendidik untuk memilih metode pengajaran yang beragam sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Ini memberikan variasi dalam pengajaran, yang dapat meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik.
  4. Pemanfaatan media dan materi pembelajaran: Metode ASSURE menekankan penggunaan media dan materi pembelajaran yang relevan. Pemanfaatan media seperti presentasi multimedia, video, atau sumber daya online dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan membantu memperjelas konsep-konsep yang sulit dipahami.
  5. Aktivitas peserta didik yang aktif: Metode ASSURE mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi, tugas-tugas berbasis masalah, atau aktivitas kolaboratif, mereka menjadi lebih terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan dapat mengembangkan keterampilan kritis dan sosial.
  6. Evaluasi dan perbaikan: Metode ASSURE mengakui pentingnya evaluasi pembelajaran. Dengan langkah terakhir dalam metode ini, pendidik dapat mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan ulang metode dan strategi yang digunakan. Hal ini memungkinkan peningkatan kontinu dalam desain dan pelaksanaan pengajaran di masa depan.

Secara keseluruhan, metode ASSURE membantu pendidik merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif, yang disesuaikan dengan peserta didik, fokus pada tujuan pembelajaran, memanfaatkan media yang sesuai, dan mendorong partisipasi aktif peserta didik. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman, minat, dan hasil pembelajaran secara keseluruhan.

Tujuan dari Metode ini

Tujuan dari metode ASSURE adalah menciptakan pengajaran yang efektif dan efisien dengan mengintegrasikan elemen-elemen yang penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari metode ASSURE:

  1. Mengoptimalkan pembelajaran peserta didik: Metode ASSURE bertujuan untuk merancang pengajaran yang mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar peserta didik. Dengan menganalisis peserta didik dan memilih metode pembelajaran yang sesuai, tujuan ini dapat tercapai dengan meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan keterlibatan peserta didik.
  2. Mencapai tujuan pembelajaran yang jelas: Metode ASSURE mengarahkan pendidik untuk menyatakan tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. Hal ini membantu pendidik dalam merencanakan pengajaran yang terfokus dan memastikan bahwa peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  3. Menggunakan media dan materi pembelajaran dengan efektif: Metode ASSURE mendorong pendidik untuk memilih dan memanfaatkan media dan materi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mengoptimalkan proses pembelajaran melalui penggunaan sumber daya yang tepat.
  4. Meningkatkan partisipasi peserta didik: Metode ASSURE mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi, tugas-tugas berbasis masalah, atau aktivitas kolaboratif, tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik.
  5. Evaluasi dan perbaikan kontinu: Metode ASSURE menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran. Tujuan ini mencakup evaluasi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, efektivitas metode pengajaran yang digunakan, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil evaluasi digunakan untuk merevisi dan meningkatkan desain pengajaran di masa depan.

Secara keseluruhan, tujuan dari metode ASSURE adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengajaran dengan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik, memfokuskan pada tujuan pembelajaran yang jelas, memanfaatkan media dan materi pembelajaran yang efektif, mendorong partisipasi aktif peserta didik, dan melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus.

Landasan Teori

Metode Assure didasarkan pada beberapa landasan dan prinsip dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Berikut adalah beberapa landasan utama dari metode ASSURE:

  1. Teori belajar dan psikologi pendidikan: Metode ASSURE mempertimbangkan prinsip-prinsip belajar dan psikologi pendidikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini mencakup pemahaman tentang gaya belajar peserta didik, teori belajar seperti konstruktivisme, behaviorisme, atau kognitivisme, serta aspek-aspek psikologis yang memengaruhi proses belajar.
  2. Pengajaran berbasis tujuan: Metode ASSURE mengedepankan pendekatan pengajaran berbasis tujuan, di mana tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur ditetapkan sebelum merencanakan pengajaran. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, pendidik dapat mengarahkan pengajaran secara terfokus dan memastikan bahwa peserta didik mencapai tujuan yang ditentukan.
  3. Penggunaan media dan teknologi pembelajaran: Metode ASSURE mengakui pentingnya penggunaan media dan teknologi pembelajaran dalam mendukung proses pembelajaran. Landasan ini melibatkan pemilihan dan pemanfaatan media serta teknologi yang relevan dan sesuai dengan konteks pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik, interaktivitas, dan efektivitas pembelajaran.
  4. Berbasis bukti dan penelitian: Metode ASSURE didasarkan pada bukti dan penelitian mengenai praktik pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa metode dan strategi pengajaran yang dipilih didasarkan pada pengetahuan dan temuan ilmiah yang teruji. Hal ini memastikan bahwa pengajaran didasarkan pada praktik terbaik yang telah teruji keefektifannya.
  5. Evaluasi dan perbaikan: Metode ASSURE menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan terus-menerus dalam pengajaran. Evaluasi dilakukan untuk memantau pencapaian tujuan pembelajaran, efektivitas metode pengajaran, dan respon peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil evaluasi digunakan untuk merevisi dan meningkatkan desain pembelajaran di masa depan.

Dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip tersebut, metode ASSURE memberikan kerangka kerja yang sistematis dan terstruktur bagi pendidik untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Karakteristik Metode ini

Metode ASSURE memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya sebagai pendekatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari metode ASSURE:
  1. Sistematis: Metode ASSURE adalah pendekatan yang sistematis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Ini melibatkan serangkaian langkah-langkah yang terstruktur, mulai dari analisis peserta didik hingga evaluasi dan perbaikan. Pendekatan yang sistematis ini membantu pendidik untuk merencanakan secara terorganisir dan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan yang terstruktur.
  2. Berbasis peserta didik: Menempatkan peserta didik sebagai fokus utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Melalui analisis peserta didik, pendidik dapat memahami karakteristik, kebutuhan, minat, dan gaya belajar peserta didik, dan merancang pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik.
  3. Tujuan yang jelas: Metode ASSURE menekankan pentingnya menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur. Pendidik harus menyatakan tujuan pembelajaran yang spesifik agar pengajaran dapat difokuskan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan yang jelas juga memberikan arahan yang jelas bagi peserta didik dan pendidik dalam proses pembelajaran.
  4. Fleksibel: Memiliki fleksibilitas dalam pemilihan metode dan strategi pembelajaran. Metode yang dipilih dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan konteks pembelajaran. Fleksibilitas ini memungkinkan pendidik untuk memilih metode yang paling sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendukung kebutuhan peserta didik.
  5. Pemanfaatan media dan materi pembelajaran: Metode ASSURE mendorong pemanfaatan media dan materi pembelajaran yang relevan dan sesuai. Pendekatan ini mengakui peran penting media dan materi dalam memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif. Pemanfaatan media dan materi yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan minat peserta didik dalam pembelajaran.
  6. Evaluasi berkelanjutan: Metode ASSURE mengintegrasikan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk memantau pencapaian tujuan pembelajaran, efektivitas metode pembelajaran, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil evaluasi digunakan untuk merevisi dan meningkatkan desain pembelajaran di masa depan.

Kekurangan Metode Assure

Meskipun metode ASSURE memiliki banyak kelebihan, ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kekurangan potensial dari metode ASSURE:

  1. Waktu yang diperlukan: Membutuhkan waktu yang cukup untuk melakukan analisis peserta didik, merencanakan pengajaran, memilih metode yang sesuai, dan mengevaluasi pembelajaran. Proses yang terstruktur dan sistematis ini membutuhkan investasi waktu yang signifikan dari pendidik. Jika waktu terbatas, implementasi metode ASSURE secara menyeluruh mungkin menjadi sulit.
  2. Kompleksitas perencanaan: Melibatkan serangkaian langkah dan komponen yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan pembelajaran. Ini termasuk analisis peserta didik, penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan metode, pemilihan media, dan evaluasi. Kompleksitas ini mungkin membuat pendidik yang tidak berpengalaman merasa kewalahan atau kesulitan dalam mengimplementasikan metode ASSURE secara efektif.
  3. Terbatas pada sumber daya: Mengharuskan pendidik untuk memilih dan memanfaatkan media dan materi pembelajaran yang relevan. Namun, terkadang sumber daya yang diperlukan tidak tersedia secara memadai. Misalnya, tidak semua sekolah atau institusi pendidikan memiliki akses ke teknologi dan perangkat multimedia yang diperlukan. Keterbatasan sumber daya ini dapat membatasi implementasi metode ASSURE secara optimal.
  4. Kurangnya adaptasi: Menekankan fleksibilitas dalam pemilihan metode dan strategi pembelajaran, dalam beberapa situasi, ada keterbatasan dalam mengadaptasi pembelajaran secara menyeluruh. Terkadang, struktur kurikulum, kurangnya fleksibilitas waktu, atau batasan institusional dapat menghambat adaptasi penuh dari metode ASSURE.
  5. Tuntutan keterampilan pendidik: Membutuhkan pemahaman yang baik tentang teori belajar dan psikologi pendidikan, serta keterampilan dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi pembelajaran. Pendidik perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengimplementasikan metode ini dengan baik. Jika pendidik tidak memiliki keterampilan atau pemahaman yang cukup, metode ASSURE mungkin tidak diterapkan secara efektif.

Meskipun ada kekurangan tersebut, metode ASSURE tetap merupakan pendekatan yang berharga dalam merancang pengajaran yang efektif dan responsif. Dalam mengimplementasikannya, pendidik perlu mempertimbangkan konteks, sumber daya yang tersedia, dan kebutuhan peserta didik untuk memaksimalkan manfaat dari metode ini.

Contoh Metode-metode ini

Berikut adalah contoh penerapan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran:

  1. Langkah Analisis:
    • Analisis Peserta Didik: Pendekatan ini melibatkan pengumpulan informasi tentang karakteristik peserta didik, seperti latar belakang, minat, gaya belajar, dan kebutuhan khusus. Misalnya, seorang guru dapat melakukan observasi, wawancara, atau menggunakan instrumen penilaian untuk mengumpulkan informasi tentang peserta didik.
    • Tujuan Pembelajaran: Pendekatan ini melibatkan menetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur berdasarkan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.
  2. Langkah Pemilihan, Penyediaan, dan Penggunaan Media, Materi, dan Metode:
    • Pemilihan Media dan Materi: Pendekatan ini melibatkan pemilihan media dan materi yang sesuai untuk mendukung tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Misalnya, dalam pengajaran sejarah, pendidik dapat memilih buku teks, artikel online, atau video dokumenter sebagai sumber pembelajaran.
    • Pemilihan Metode: Pendekatan ini melibatkan pemilihan metode pengajaran yang efektif berdasarkan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Contohnya, pendidik dapat menggunakan metode diskusi kelompok, proyek kolaboratif, atau demonstrasi praktis untuk memfasilitasi pemahaman dan interaksi peserta didik.
  3. Langkah Pengorganisasian Peserta Didik:
    • Aktivitas Pembelajaran: Pendekatan ini melibatkan merancang aktivitas pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif. Misalnya, pendidik dapat menyusun tugas kelompok yang melibatkan diskusi, penyelesaian masalah, atau eksperimen praktis.
    • Waktu dan Ruang: Pendekatan ini melibatkan perencanaan pengaturan waktu dan ruang yang memfasilitasi pembelajaran yang efektif. Misalnya, pendidik dapat mengatur jadwal pembelajaran yang memungkinkan kolaborasi kelompok, presentasi, atau eksplorasi mandiri.
  4. Langkah Tanggapan dan Penguatan:
    • Evaluasi: Pendekatan ini melibatkan evaluasi untuk memantau kemajuan peserta didik dan pencapaian tujuan pembelajaran. Misalnya, pendidik dapat memberikan tugas formatif, ujian, atau penilaian kinerja untuk mengukur pemahaman peserta didik.
    • Umpan Balik dan Penguatan: Pendekatan ini melibatkan memberikan umpan balik yang konstruktif dan penguatan positif untuk mendorong pertumbuhan dan motivasi peserta didik. Misalnya, pendidik dapat memberikan umpan balik individual, mengakui prestasi peserta didik, atau memberikan kesempatan untuk memperbaiki pemahaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: