pengertian obat

√ Pengertian Obat | Penggolongan Obat Berdasarkan Cabang & Sejarahnya (Terlengkap)

Pengertian Obat – Pengertian obat, atau medicine dalam bahasa Inggris, adalah perpaduan antara ilmu sains pemikiran dan pengalaman untuk menghasilkan diagnose, prognosa, penyembuhan, dan juga pencegahan suatu penyakit.

Obat adalah perpaduan antara ilmu sains pemikiran dan pengalaman untuk menghasilkan diagnose, prognosa, penyembuhan, dan juga pencegahan suatu penyakit.

Pengertian obat melingkupi berbagai macam praktik penyembuhan dan kesehatan yang berkembang seiring zaman untuk memelihara dan mengembalikan pola kehidupan sehat di kehidupan manusia.

Ilmu pengobatan modern di antaranya masuk ke dalam ranah sains biomedik, penelitian biomedik, genetik, serta teknologi medis untuk mendiagnosa, mengobati, serta mencegah luka dan penyakit, utamanya melalui tindakan farmasi atau operasi, namun juga melalui berbagai macam terapi seperti psikoterapi, radiasi ionisasi, dan lain sebagainya.

Nah, ingin tahu lebih lanjut mengenai obat dan penggolongannya? Mari baca penjelasan selengkapnya berikut ini.

Sedikit Lebih Banyak Tentang Obat-Obatan

Obat telah ada di kehidupan manusia selama beribu-ribu tahun, di mana nyaris sebagian besar dari ribuan tahun tersebut obat dianggap sebagai bagian dari “seni”, sebuah area dari kemampuan dan pengetahuan, yang seringnya mempunyai koneksi terhadap nilai-nilai religius atau filosofis suatu kebudayaan local.

Pada abad-abad terakhir, pengertian obat mengarah pada kelahiran sains modern, dimana pengobatan sudah menjadi kombinasi kompleks antara seni dan sains.

Contohnya adalah untuk mengetahui gejala-gejala makro atau kasat mata, seseorang menggunakan seni kemampuannya seperti memar dan sejenisnya. Namun untuk gejala mikro atau tak kasat mata, misalnya yang terjadi pada sel atau jaringan, seseorang di era modern ini dapat menggunakan sains.

Artikel Terkait: Pengertian Organisasi

Penggolongan Obat Berdasarkan Cabang-Cabangnya

pengertian obat

Seorang “penyembuh”—katakanlah dokter, terapis, perawat, dan sejenisnya—memiliki berbagai spesialisasi dan subspesialisasi yang terbagi menjadi cabang-cabang khusus dalam ranah obat-obatan. Ada berbagai variasi nama dari wilayah sat uke wilayah lain, namun secara garis besar cabang dan sub-cabangnya adalah sebagai berikut.

Sains Dasar (Basic Sciences)

Sains Dasar :

– Anatomy merupakan ilmu tentang struktur fisik suatu organisme. Organisme yang dimaksud bisa berupa manusia, hewan, dan sebagainya.

– Biokimia merupakan ilmu tentang kimia yang berada di dalam suatu organisme hidup, utamanya soal struktur dan fungsi dari komponen-komponen kimianya.

– Biomekanik merupakan ilmu tentang struktur dan fungsi dari sistem biologis yang dihubungkan dengan proses mekanisnya.

– Biostatistik merupakan ilmu tentang statistika yang diaplikasikan dalam bidang biologi secara garis umum. Pengertian obat pada ilmu satu ini sangat penting untuk merencanakan, mengevaluasi, dan menginterpretasi suatu penelitian medis.

– Biofisika adalah suatu ilmu yang menggunakan metode fisika dan kimia-fisis untuk mempelajari suatu sistem biologi.

– Sitologi merupakan ilmu mikroskopik tentang sel yang diamati secara individu. Nah, ilmu sitologi ini melingkupi beberapa keilmuan lainnya yaitu sebagai berikut.

– Embriologi adalah suatu ilmu tentang perkembangan awal suatu organisme.

– Endrokinologi adalah suatu ilmu tentang hormon-hormon dan efeknya pada tubuh.- Epidemologi adalah suatu ilmu yang berhubungan dengan kondisi demografis suatu proses penyebaran penyakit.

– Genetika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang gen dan perannya dalam pewarisan biologis.

– Histologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang jaringan biologis organisme.- Imunologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sistem imun, termasuk imun bawaan lahir dan imun yang baru hadir karena proses adaptasi.

– Fisika medis adalah ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip fisika pada obat.

– Mikrobiologi berdasarkan pengertian obat merupakan ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme, termasuk di antaranya protozoa, bakteri, jamur, dan virus.

– Biologi molekuler adalah ilmu yang mempelajari tentang proses replikasi, transkripsi, dan translasi materi-materi genetik.

– Neurosains termasuk di antara bidang keilmuan sains yang berkaitan dengan sistem sarag.

– Sains nutrisi adalah ilmu yang juga disebut sebagai dietetic membahas tentang hubungan asupan organisme dengan kesehatan atu penyakit.

– Patologi sains adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu penyakit meliputi penyebab, proses, hingga resolusinya.

– Farmakologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan dan fungsinya.

– Fotobiologi adalah ilmu tentang interaksi antara radiasi non-ionisasi dengan organisme hidup.

– Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi normal tubuh dan proses mekanis yang menjadi penyebabnya.

– Radiobiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara radiasi ionisasi dengan organisme hidup.

– Toksikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari efek-efek berbahaya racun dan obat-obatan tertentu.

Artikel Terkait: Pengertian Negara

Penggolongan Obat Berdasarkan Sejarahnya

pengertian obat

Obat, seperti yang sudah dikatakan pada pengertian awal di atas, memiliki sejarahnya sendiri dan perkembangannya dari masa ke masa. Lalu, bagaimanakah penggolongan obat berdasarkan sejarahnya itu? Mari simak berikut ini.

Zaman Kuno/Pra-Sejarah

pengertian obat

Pada era pra-sejarah, pengertian obat terdiri dari tanaman-tanaman khusus (herbalisme), bagian tubuh hewan tertentu, serta mineral. Dalam banyak kasus, material-material ini digunakan secara ritual sebagai substansi-substansi “magis” oleh para pemuka agama, cenayang/dukun, maupun orang yang dianggap sakti secara medis.

Kepercayaan yang terkenal menjadikan pengobatan ini sebagai keseharian mereka adalah animisme, spiritualisme, shamanisme, dan juga divination

Catatan awal sejarah tentang obat berasal dari era Mesir kuno, Babilonia, pengobatan Ayurvedic, Cina klasik, Yunani kuno, dan Roma. Di Mesir sendiri, sekitar 3000 tahun sebelum masehi, ada seorang dokter bernama Imhotep yang mana dokter ini merupakan dokter pertama yang Namanya terdeteksi sejarah.

Buku medis Mesir kuno tertua, Kahun Gynaecological Papyrus, disinyalir dibuat pada 2000 SM, yang mana buku ini menjelaskan tentang masalah-masalah ginekologis.

Buku kedua yaitu Edwin Smith Papyrus berasal dari 1600 SM dan merupakan catatan awal operasi pada manusia. Sementara itu, Ebers Papyrus yang berasal dari 1500 SM nyaris-nyaris disamakan dengan jurnal kesehatan dan pengobatan.

Di Cina sendiri, bukti-bukti arkaeologis dari obat-obatan Cina diteliti berasal dari Era Tembaga, Dinasti Shang yang merupakan dinasti tertua di Cina.

Huangdi Neijing, panduan kuno medis Cina, merupakan sebuah buku medis yang berupa lembaran-lembaran teks, berasal dari abad kedua sebelum masehi dan terus dikumpulkan sampai akhirnya disatukan oleh orang-orang Cina pada abad ketiga masehi.  

Di Yunani, seorang dokter bernama Hippocrates yang merupakan “bapak pengobatan modern” memunculkan gagasan serta pendekatan rasional pada obat-obatan.

Hippocrates memperkenalkan Hippocratic Oath atau sumpah profesi untuk orang-orang yang bergerak di bidang pengobatan. Ia pun juga mengklasifikasikan penyakit sebagai akut, kronik, endemik, dan epidemik.

Setelah kejatuhan Kekaisaran Roma Barat dan mulailah muncul Abad Pertengahan, tradisi pengobatan Yunani mulai mengalami keruntuhannya di belahan dunia Eropa, meskipun ilmu tersebut masih berlanjut pada Kekaisaran Bizantium atau Roma Timur, terus berkembang pada masa Kejayaan Islam.

Artikel Terkait: Pengertian Ham

Abad Pertengahan

pengertian obat

Konsep rumah sakit sebagai sebuah institusi yang memberikan pelayanan kesehatan dan kemungkinan untuk penyembuhan pasien muncul di zaman Kekaisaran Bizantium.

Setelah abad 750 M, dunia Muslim mengolah kembali karya-karya pengobatan ileh Hippocrates, Galen, dan Sushruta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Para dokter Islam lantas mengembangkan pemikiran dengan melakukan penelitian medis lebih lanjut.

Salah satu orang yang paling berpengaruh mengembangkan pengertian obat ini adalah polymath asal Persia, Ibnu Sina, yang juga dinobatkan sebagai bapak pengobatan. Ia menulis The Canon of Medicine yang menjadi buku referensi wajib universitas-universitas Abad Pertengahan di Eropa dan dianggap sebagai buku paling berpengaruh dalam dunia kedokteran.

Dokter-dokter Muslim terkenal lainnya adalah Ibnu Zuhri, Abu Al-Qasim Al-Zahrawi, Ibnu An-Nafis, serta Ibnu Rusyd. 

Al-Risalah al-Dhahabiah juga merupakan buku penting dalam dunia pengobatan. Ditulis oleh imam kedelapan Syiah dan mendapatkan penghargaan dari Khalifah Al-Ma’mun.

Berpindah ke Eropa, Charlemagne mendeklarasikan bahwa sebuah rumah sakit harus berkaitan dengan katedral maupun pendikan-pendidikan keagamaan Nasrani.

Geoffrey Blainey, yang merupakan seorang sejarawan, kemungkinan besar terlibat dalam aktivitas pengobatan oleh Gereja Katolik selama Abad Pertengahan, pengaruhnya terus berkembang bahkan hingga kejatuhan Gereja Katolik sampai awal era kebangkitan.

Akan tetapi, setelah masuk abad ke-14 dan ke-15 masehi, Black Death atau Maut Hitam memberangus Timur Tengah dan Eropa. Maut Hitam ini merupakan suatu pandemik hebat yang membunuh kira kira sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Di masa inilah pengertian obat dan pentingnya medis kembali dinaikkan ke permukaan oleh ahli anatomi, William Harvey dan Gabriele Falloppio.

Perubahan besar dalam pemikiran medis adalah penolakan bertahap, terutama selama era Maut Hitam pada abad ke-14 dan ke-15, dari apa yang mungkin disebut pendekatan ‘otoritas tradisional’ untuk sains dan kedokteran. 

Ini adalah anggapan bahwa karena beberapa orang terkemuka di masa lalu mengajarkan untuk tidak perlu berpikiran kritis terhadap apa pun yang terjadi, apalagi soal sains. Inilah mengapa abad-abad ini juga disebut sebagai Abad Kegelapan dimana ilmu pengetahuan dibatasi dan sebagai gantinya diberlakukan hukum pasti dari Gereja.

Namun, tentu tetap muncul pergerakan dari orang-orang yang tidak menerima doktrin tersebut, seperti halnya Galilei dan Copernicus.

Populasi dokter yang berpikiran kritis seperti Vesalius meningkat dan mereka menyangkal beberapa teori dari masa lalu. Buku tebal utama yang digunakan baik oleh mahasiswa kedokteran dan dokter ahli adalah Materia Medica dan Pharmacopoeia.

Andreas Vesalius sendiri adalah penulis dari De Humani Corporis Fabrica, sebuah buku penting tentang anatomi manusia. Bakteri dan mikroorganisme pertama kali diamati dengan mikroskop oleh Antonie van Leeuwenhoek pada tahun 1676, ialah yang memulai studi mikrobiologi di bidang ilmiah.

Mendapat inspirasi dari Ibnu An-Nafis, Michael Servetus menemukan kembali sirkulasi paru-paru, tetapi penemuan ini tidak sampai ke publik karena ditulis untuk pertama kalinya dalam “Manuskrip Paris” pada 1546, dan kemudian diterbitkan dalam teologi. Hasil karya ini membuatnya dibunuh Gereja pada 1553. 

Abad Pertengahan dipengaruhi oleh Renaldus Columbus dan Andrea Cesalpino. Ada pula ahli obat lainnya yaitu Herman Boerhaave yang disebut sebagai “bapak fisiologi”. Pierre Fauchard juga muncul dan sekarang disebut “bapak kedokteran gigi modern”.

Modern

pengertian obat

Penggolongan pengertian obat selanjutnya adalah di era modern. Kedokteran hewan muncul untuk pertama kalinya dan benar-benar terpisah dari kedokteran manusia pada 1761. Ini terjadi ketika dokter hewan Prancis Claude Bourgelat mendirikan sekolah kedokteran hewan pertama di dunia di Lyon, Prancis. Sebelum ini, dokter medis merawat manusia dan hewan sekaligus

Penelitian biomedik ilmiah modern mulai menggantikan tradisi doktrinasi Gereja Barat. Lalu, muncullah herbalisme dan gagasan pra-modern lainnya.

Era modern benar-benar dimulai dengan penemuan Edward Jenner tentang vaksin cacar pada akhir abad ke-18 (terinspirasi oleh metode inokulasi yang dipraktikkan sebelumnya di Asia), penemuan Robert Koch sekitar tahun 1880 tentang penularan penyakit oleh bakteri, dan kemudian penemuan antibiotik sekitar tahun 1900.

Periode modernisasi pada abad ke-18 membawa lebih banyak hasil penelitian inovatif dari Eropa. Dari Jerman dan Austria, dokter Rudolf Virchow, Wilhelm Conrad Röntgen, Karl Landsteiner, dan Otto Loewi juga memberikan kontribusi penting.

Di Inggris, ada Alexander Fleming, Joseph Lister, Francis Crick dan Florence Nightingale yang sangat mempengaruhi pengobatan. Dokter Spanyol Santiago Ramón y Cajal dianggap sebagai bapak ilmu saraf modern.

Dari Selandia Baru dan Australia datang Maurice Wilkins, Howard Florey, dan Frank Macfarlane Burnet.

Lainnya yang melakukan pekerjaan penting termasuk William Williams Keen, William Coley, James D. Watson (Amerika Serikat); Salvador Luria (Italia); Alexandre Yersin (Swiss); Kitasato Shibasaburō (Jepang); Jean-Martin Charcot, Claude Bernard, Paul Broca (Prancis); Adolfo Lutz (Brasil); Nikolai Korotkov (Rusia); Sir William Osler (Kanada); dan Harvey Cushing (Amerika Serikat).

Penemuan Alexander Fleming yaitu penisilin pada September 1928 menandai dimulainya antibiotik modern.

Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, kedokteran menjadi lebih bergantung pada obat-obatan. Sepanjang sejarah dan di Eropa hingga akhir abad ke-18, tidak hanya produk hewani dan tumbuhan saja yang digunakan sebagai obat, tetapi juga bagian tubuh manusia dan cairan.

Farmakologi sebagian dikembangkan dari herbalisme dan beberapa obat masih berasal dari tanaman (atropin, efedrin, warfarin, aspirin, digoxin, alkaloid vinca, taxol, hyoscine, dll.). Vaksin ditemukan oleh Edward Jenner dan Louis Pasteur.

Antibiotik pertama bernama Arsphenamin yang ditemukan oleh Paul Ehrlich pada tahun 1908 setelah ia mengamati bahwa bakteri dikaruniai pewarna beracun yang tidak dimiliki sel manusia. Antibiotik pertama adalah obat sulfa, yang ditemukan oleh ahli kimia Jerman.

Farmakologi telah menjadi semakin canggih. Bioteknologi modern memungkinkan obat-obatan yang ditargetkan untuk proses fisiologis spesifik untuk dikembangkan, kadang-kadang dirancang agar sesuai dengan tubuh untuk mengurangi efek samping.

Genomik dan pengetahuan genetika serta evolusi manusia semakin mempengaruhi dunia kedokteran, karena gen-gen penyebab sebagian besar kelainan genetik monogenik kini telah diidentifikasi, dan pengembangan teknik-teknik dalam biologi molekuler, evolusi, dan genetika memengaruhi teknologi, praktik kedokteran, dan juga pengambilan keputusan.

Kedokteran berbasis bukti atau rasionalitas adalah bentuk dari gerakan pengobatan modern ini untuk menetapkan algoritma praktik yang paling efektif (cara melakukan sesuatu) melalui penggunaan tinjauan sistematis dan meta-analisis. 

Pergerakan ini difasilitasi oleh ilmu informasi global modern, yang memungkinkan sebanyak mungkin bukti yang tersedia dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan protokol standar yang kemudian disebarluaskan kepada penyedia layanan kesehatan.

Tokoh pengobatan bernama Cochrane lah yang memimpin gerakan ini.

Nah, demikian lah penjelasan lengkap mengenai pengertian obat serta penggolongan-penggolongannya, di antaranya adalah penggolongan obat berdasarkan cabang-cabangnya serta penggolongan obat berdasarkan sejarahnya. 

Telah terbukti bahwa pengertian obat terus berevolusi dan semakin berkembang dari era satu ke era yang lainnya.

Pembelajaran atau studi mengenai pengobatan ini meluas ke seluruh penjuru dunia dan mulai dipelajari semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga para professional dalam bidang kedokteran, tentu dengan porsi bahasanya masing-masing. Bahkan, orang awam pun turut disadarkan dengan pentingnya peran obat dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia sendiri, tersebar pula konsepsi obat generik, yaitu obat yang mudah dijangkau, tidak harus selalu menggunakan resep dokter, namun memiliki resiko kesalahan terkecil dan hanya tinggal diaplikasikan sesuai petunjuk yang ada.

Itu pun ditingkatkan dengan pelayanan Posyandu bagi anak-anak dan bayi serta misalnya gerakan periksa gigi rutin setiap enam bulan sekali.

Terima kasih telah membaca pengertian obat!

Hasil pencarian :

Pengertian obat menurut para ahli, pengertian obat menurut farmakope, jurnal pengertian obat, pengertian obat kimia, kegunaan obat, penggolongan obat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: