kata mutiara bahasa jawa

√23+ Kata Mutiara Bahasa Jawa Terbaru [Terlengkap]

Kata Mutiara Bahasa Jawa – Kata mutiara bahasa Jawa sering dijadikan oleh orang-orang sebagai penyemangat dalam hidup. Disaat hari-hari dipenuhi dengan keseriusan yang seringkali membuat jenuh, maka berkelakar merupakan solusinya.

Kebanyakan orang Jawa memang suka menyelipkan kelucuan di beberapa ujaran yang dilontarkannya. Namun, dibalik candaan itu terkadang tersirat maksud-maksud yang mengajarkan untuk lebih memaknai hidup. Kata-kata mutiara bahasa Jawa tersebut bisa membawa efek lucu tersendiri dan juga sarat makna.

Kata-kata mutiara bahasa Jawa itu biasanya banyak muncul dari berbagai arah. Bisa dari nasihat seorang tokoh, pepatah orang tua, ataupun tradisi lisan masyarakat.

Beberapa kalimat yang humoris dan mengundang tawa justru malah lebih mudah melekat di kepala. Jika kamu membutuhkan kata mutiara bahasa Jawa untuk membuat hari-harimu tidak jenuh kamu bisa mendapatkannya di sini. Ada banyak humor bahasa Jawa yang lucu dan sarat dengan makna. Simak beberapa kata mutiara bahasa Jawa berikut untuk membuat pikiranmu menjadi fresh kembali. Langsung saja simak dan jangan lupa bagikan agar dapat menghibur sekaligus memotivasi.

Kata Bijak Bahasa Jawa Kasar

kata mutiara bahasa jawa

kepogaul.com

1. Seperti Upil

Ojo dadi pengecut seng umpetan ning ngisor meja.

Upil merupakan ingus kering yang mengendap dalam hidung. Setiap orang pastinya pernah mengupil hanya saja, tidak semua orang hobi meletakkannya di bawah meja.

Kebiasaan yang negatif ini begitu kocak jika dijadikan analogi untuk menggambarkan filosofi hidup. Jangan sampai jadi orang pengecut seperti upil yang bersembunyi dibawah meja. Jangan cuman lihat kejorokan upilnya, tapi maknai petuah tersiratnya.

2. Keripik Singkong

Tresno iku kadang koyo ceriping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo.

Ceriping telo bila diartikan dalam bahasa Indonesia ialah keripik singkong. Rasanya gurih dan renyah.

Menjaga kesungguhan cinta sama saja dengan menjaga keripik singkong. Jika ceroboh sedikit saja akan hancur dan remuk. Kira-kira begitu yang hendak disampaikan melalui kalimat bijak tersebut.

3. Niat Kerja

Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan.

Niat bekerja bukan untuk nyari perkara. Niat mencari rejeki, bukan hanya cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan.

Kurang lebih kira-kira begitulah jika kata mutiara bahasa Jawa ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Yang unik dari kata mutiara bahasa jawa lucu ini ialah rima akhir yang enak jika didengar.

4. Cobaan Hidup

Urip iku mesti akeh cobaan. Yen akeh saweran iku jenenge dangdutan.

Setiap orang seharusnya sadar bahwa kehidupan ini berisi cobaan. Setiap cobaan mesti ditanggapi dengan tegar dan ngga mudah menyerah.

Kamu bisa menyampaikan hal ini kepada temanmu yang hobi nonton acara dangdut. Sambil diiringi candaan, tegaskan kepadanya bahwa hipup itu banyak berisi cobaan, bukan malah saweran seperti kebiasaan orang yang menonton dangdut.

5. Hidup Sederhana

Kuat dilakono, yen ra kuat ditinggal ngopi.

Menghadapi hiruk pikuk kehidupan di dunia harus diterima dengan kuat dan sabar. Kita hanya akan terombang ambing pada setiap kali masalah jika lembek dan mudah menyerah.

Tetap bersungguh-sungguhlah tapi tetap santai dan jangan terlalu kaku. Jika kuat ya silahkan dijalani, jika ngga kuat bisa beristirahat dulu sambil menyeruput kopi seperti yang telah dicantumkan pada kata mutiara bahasa Jawa ini. Kalimat ini kerap kali ditemukan sebagai meme dalam bahasa Jawa di media sosial.

6. Hutang

Yen tak sawang sorote mripatmu, ketoke kowe arep nembung utang karo aku.

Kata mutiara bahasa Jawa ini adalah plesetan dari satu lirik lagu dangdut pantura Konco Mesra. Kalau dalam lirik lagu yang aslinya sih artinya begini,” kalau aku melihat tatapan matamu, sepertinya kamu punya rasa (sama aku)”.

Akan tetapi dalam kata mutiara bahasa Jawa luucu tersebut diplesetin menjadi, “Kalau ku melihat sinar di matamu, sepertinya kamu mau hutang sama aku”. Nah ini merupakan bahan yang ampuh buat dijadikan objek berbuat jahil pada orang yang hobi hutang tapi ngga pernah bayar.

Artikel Terkait: Meme Lucu Bahasa Jawa

Kata Bijak Bahasa Jawa Kunokata mutiara bahasa jawa

kepogaul.com

1. Wani Tirakat

Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso.

Kalimat witing tresno jalaran soko kulino merupakan pepatah bijaksana orang-orang zaman dahulu. Yang dimaksud kurang lebih adalah bahwa cinta itu tumbuh lantaran adanya kebiasaan.

Banyak orang kemudian yang merombak ungkapan ini dengan topik pembahasan yang lain tetapi mempunyai rima akhir yang serupa. Salah satunya adalah witing mulyo jalaran wani rekoso. Maknanya ialah kemulyaan itu timbul karena berani bersusah dahulu.

2. Menurunkan Ego

Wong menang iku seng iso ngasorake priyanggane dhewe.

Jika membahas mengenai masalah menang dan kalah maka tak akan ada habisnya. Pada hakikatnya kalah menang itu tidak berhubungan dengan pencapaian. Melainkan tentang ketentraman batin. Orang yang kuat ialah yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Siapapun yang bisa melawan dan menurunkan egonya, ialah yang dikatakan orang yang menang.

3. Kelilipan

Wong iku yo ngingeti ngisor barang. Ojo terus ndangak wae, nek kelilipen kapok.

Terkadang ada orang yang terlena dengan rezeki yang melimpah tanpa mau melihat orang lain yang berada dibawahnya. Barangkali harta melimpah adalah penghalang yang membuatnya lupa akan saudara sesamanya yang berada dalam kondisi kesulitan.

Jika ada kasus serupa yang terjadi, biasanya orang-orang Jawa akan mengeluarkan petuah. Seringkali mereka menyelipkan hal-hal yang lucu agar membuat suasana tetap terlihat santai. Lihat saja kata mutiara bahasa Jawa di atas.

4. Selalu Bersyukur

Sing wes lungo lalekno, seng durung teko entenono, seng wes ono syukurono.

Petuah wong Jowo yang memang selalu memiliki daya tarik yang dapat mengundang tawa. Terlebih lagi yang menggunakan istilah dan logat yang unik serta khas kedaerahan. Tulisan diatas memang sederhana, tapi kutipan pada kalimat di atas mengandung makna yang sangat mendalam.

5. Hidayah

Gusti Allah paring pitedah iso lewat bungah, iso lewat susah.

Dakwah tidak harus selalu berisi hal-hal yang kaku. Contohnya adalah cara Wali Songo mensyiarkan Islam di Nusantara. Para wali menggunakan kearifan lokal untuk mengajarkan falsafah kehidupan yang agamis.

Hal itulah yang kemudian ditirukan oleh orang-orang daerah. Mereka menggunakan bermacam bahasa daerah dengan pemilihan kata yang bijak.

6. Cara Hidup Damai

Ra ono wong mulyo tanpo urip rekoso.

Ketika kamu bermimpi untuk menjadi orang kaya dengan cara tidur melulu, ingatlah selalu kata mutiara bahasa Jawa ini. Ngga pernah ada sejarah orang bisa hidup kaya/mulya tanpa diawali dengan hidup susah terlebih dahulu.

Kamu bukanlah tukang sulap atau Harry Potter yang tinggal baca mantra “sim salabim!” jika menginginkan sesuatu. Jadi, lebih baik untuk hidup dengan bersusah payah dahulu pas masih dalam usia muda, biar nanti pas tuanya bisa hidup mulya.

Artikel Terkait: Belajar Bahasa Jawa

Kata Kata Bahasa Jawa Lucu Namun Sarat Makna

kata mutiara bahasa jawa

kepogaul.com

1. Pelesetan Pribahasa

Becik ketitik ala rupamu.

Becik ketitik ala ketara adalah peribahasa yang sudah cukup terkenal, apalagi dikalangan orang Jawa yang artinya sendiri adalah kebaikan hanya terlihat sedikit ketimbang keburukan yang akan terlihat menonjol. Akan jadi guyonan yang ramai jika menjadikannya sebuah kalimat plesetan.

Becik ketitik ala rupamu ini adalah sebuah kalimat plesetan yang kira-kira artinya ialah kebaikan hanya terlihat sedikit tapi keburukan adalah mukamu. Memang selalu ada hal-hal baru yang muncul ketika orang Jawa sedang berkelakar, contohnya ya seperti kata mutiara bahasa Jawa yang satu ini.

Memainkan plesetan dari ungkapan terkenal memang adalah hal yang seru dan juga mengasyikkan. Apalagi jika plesetan itu dimaksudkan untuk mengejek teman dalam konteks bercanda. Kamu bisa menjadikan kata mutiara bahasa Jawa ini sebagai status di akun sosial mediamu.

2. Rendah Hati

Ojo rumongso iso, nanging kudu iso rumongso.

Membolak-balikkan kalimat terkadang akan enak untuk didengarkan. Meski hanya satu dua kata saja yang dibalik maka maknanya akan jauh berbeda. Lihat saja kalimat pada kutipan di atas. Kurang lebih artinya adalah jangan merasa bisa, akan tetapi bisalah merasa.

3. Menuai Hasil

Seng nandur bakale ngunduh.

Kamu pastinya merasakan hal yang sama, merasa jengkel jika ada seorang temanmu yang hanya mau enaknya saja. Ikut menikmati hasil tanpa mau terlibat dalam proses yang dilewatinya. Lebih baik pertanyakan lagi pada dirimu apakah itu memang benar-benar teman sejatimu atau bukan. Kamu bisa sindir yang ngakunya teman kamu dengan kalimat tersebut agar ia sadar.

4. Lakon Utama

Lakon rabi keri.

Apakah kamu pernah mendengar ungkapan kalimat lakon menang keri? Ungkapan bahasa Jawa tersebut kiranya memiliki arti bahwa sang tokoh utama akan mendapatkan kemenangan dibabak akhir.

Kata mutiara bahasa Jawa tersebut masih bisa dirombak lagi menjadi beberapa versi. Salah satunya ialah mengganti kata menang dengan rabi atau menikah. Jadi tokoh utama akan menikah terakhir setelah semua teman yang lain sudah menikah duluan.

Ya, mungkin terlihat sedikit menyedihkan. Namun, ya lumayanlah buat sekedar bercanda dan tertawa dalam rangka menyembunyikan kegalauan.

5. Sesekali Minum Teh

Ojo mung ngopi tok, sekali sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi sepet mbarang.

Perlu kamu sadari bahwa hidup itu terlalu cepat dan singkat jika hanya dihabiskan untuk meratapi kesedihan saja. Bangkitlah dengan membawa motivasi yang terkandung pada kata mutiara bahasa Jawa lucu ini, hidup itu hanya mampir ngombe kopi. Akan tetapi, sebaiknya jangan hanya minum kopi saja, kamu juga harus minum teh.

Dengan begitu, kamu tidak hanya akan merasakan pahitnya hidup, tapi kamu juga akan ngerasain sepatnya hidup. Kamu harus mengungkapkan statement ini pada temanmu yang sedang bersedih agar ia juga bisa bangkit.

6. Cara Dihormati

Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono.

Bahasa Jawa banyak yang penuh dengan berbagai nasihat yang maknanya sangat dalam, salah satunya ialah kutipan diatas. Kalimatnya sih pendek, tapi pesan yang tersirat didalamnya sangat berbobot. Artinya kurang lebih ialah diri dihargai dari ucapan, diri dihargai dari busana.

Nah, sekarang jadi sudah tahu kan gimana caranya agar bisa dihormati. Silahkan mencoba.

Artikel Terkait: Contoh Pidato Bahasa Jawa

Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan

kata mutiara bahasa jawa

toplucu.com

1. Sego Kucing

Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar.

Buat kamu para pejuang cinta, kiranya kata mutiara bahasa Jawa yang bisa dibilang sedikit kasar ini sangat bermakna. Terutama jika hendak mengungkapkan perasaan mendalam melalui kata-kata yang indah mempesona.

Pengibaratan manusia menjadi sebuah nasi kucing memang sedikit konyol dan absurd. Namun dengan sedikit sentuhan keromantisan ala wong Jowo, dapat memunculkan kalimat yang punya daya tarik yang kuat, lucu sekaligus romantis.

2. Hak dan Kewajiban

Ngapusi iku hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi.

Ngapusi merupakan istilah bahasa Jawa yang mempunyai arti berbohong atau menipu. Berbohong merupakan hak tiap individu karena mau dilarang juga jika sudah berbohong tentu tak akan ada yang mengetahui ia berbohong atau tidak.

Jadi, kata mutiara bahasa Jawa tersebut memang banyak benarnya. Akan tetapi, terkadang kebohongan itu akan menampilkan tanda atau ciri tertentu. Kamu ngga perlu buru-buru menghakimi orang yang sedang menipumu. Coba sindir aja dulu dengan memakai kutipan kata mutiara bahasa Jawa lucu tersebut.

3. Dosa

Dosa seng paling menyedihkan iku dosambat ra nduwe duit.

Orang Indonesia, kebanyakan suka jika sudah berkaitan dengan pelesetan kata. Pada setiap daerah kiranya punya plesetan dan istilah lucu yang berasal dari daerahnya masing-masing. Salah satu ungkapan pelesetan lucu dalam bahasa Jawa bisa kamu lihat pada kutipan di atas. Kamu juga bisa gunakan kutipan ini untuk bermain tebak-tebakan bersama temanmu.

4. Merdeka

Merdeka iku yen Soekarno mbe Hatta baris rapi ning njero dompet. Yen sing baris Pattimura, berarti isih perjuangan.

Ada orang yang bilang bahwa uang bukan merupakan segala-galanya. Sejatinya kebahagiaan bukanlah berasal dari seberapa banyak harta yang ia miliki berupa materi itu.

Tak bisa dipungkiri juga, yang namanya Kanker (kantong kering) itu adalah hal yang cukup menyengsarakan. Bayangkan saja ketika kamu membuka dompetmu, dan ternyata isinya hanya ada barisan lembaran yang bergambar Pattimura saja. Pasti nyelekit di hati dan terpaksa kamu harus puasa.

5. Pelan-Pelan

Alon-alon asal kelakon.

Terkadang ada orang yang sukanya selalu terburu-buru dalam menyelesaikan problem agar cepat selesai. Biasanya demikian itu dilakukan supaya bisa mendapatkan lebih banyak sisa waktu luang untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Cepat dan tepat dalam melakukan suatu pekerjaan memang adalah hal yang baik. Namun, hal itu bukanlah suatu keharusan dikarenakan kemampuan pada tiap-tiap invidu itu berbeda. Menyikapi hal ini, maka kemudian muncullah ungkapan alon-alon asal kelakon yang artinya pelan-pelan asal terselesaikan.

6. Jangan Sombong

Yen ngomong ojo duwur-duwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat.

Selain dikejar anjing, ndengerin orang sombong yang lagi “mendongeng” ialah hal yang sangat menyebalkan. Semakin banyak dia bicara, aura negatifnya semakin semerbak. Membuat kita semakin pengen nutup mulutnya pakai sekop.

Akan tetapi apa daya, kita ngga akan bisa merealisasikan fantasi liar yang mulia itu. Tapi, tenang kita masih bisa nyindir kok. Kata mutiara bahasa Jawa ini bisa membantu mewujudkan fantasimu itu, lho. Artinya sendiri ialah, “Kalau bicara jangan tinggi-tinggi. Nanti mulutmu kesrempet pesawat!”

Demkianlah artikel berjudul “Kata Mutiara Bahasa Jawa” yang membahas tentang kata bijak bahasa jawa kasar, kata bijak bahasa jawa kuno, kata kata bahsa jawa lucu, nasehat bahasa jawa tentang kehidupan, dan kata lucu bahasa kasar. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

3 Comments

  1. yosefpedia 22/03/2019
  2. Saungsurat 28/08/2019

Leave a Reply

%d bloggers like this: