Pengertian ilmu

√ Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli (Terlengkap)

Di dalam kehidupan ini, ilmu dan pengetahuan secara bersamaan mempunyai pengaruh yang cukup penting.  Kebanyakan orang memiliki persepsi yang salah terhadap makna dari ilmu dan pengetahuan, bahkan ada yang menganggap jika ilmu dan pengetahuan adalah suatu hal yang sama. 

Ilmu merupakan studi atau pengetahuan yang teratur terkait pekerjaan hukum umum, sebab akibat, dalam sebuah kelompok masalah yang bersifat sama baik dilihat dari hubungan maupun kedudukannya.

Mohammad Hatta

Padahal, makna dari kedua hal ini tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Untuk memahami makna dan ilmu pengetahuan, sebaiknya anda terlebih dahulu mengetahui apa arti filsafat ilmu terlebih dahulu.

Pengertian Ilmu Menurut Para Ahli

Pengertian ilmu

John G. Kemeny

Ilmu merupakan segala pengetahuan yang dikumpulkan melalui metode ilmiah dan merupakan hasil suatu proses yang dibuat dengan metode tersebut.

Thomas Kuhn

Menurut Thomas Ilmu merupakan kumpulan kegiatan yang dapat menghasilkan beberapa penemuan, baik itu dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.

Francis Bacon

Ilmu merupakan satu-satunya pengetahuan yang bersifat valid dan hanya fakta yang bisa menjadi objek dari pengetahuannya.

Mohammad Hatta

Ilmu merupakan studi atau pengetahuan yang teratur terkait pekerjaan hukum umum, sebab akibat, dalam sebuah kelompok masalah yang bersifat sama baik dilihat dari hubungan maupun kedudukannya.

Dadang Ahmad S

Ilmu pengetahuan merupakan sebuah proses pembentukan pengetahuan yang terus menerus hingga mampu menjelaskan fenomena dan keberadaan alam itu sendiri.

Artikel Terkait: Pengertian Koperasi

Pengertian Filsafat Ilmu dan Aspek yang Mempengaruhi FIlsafat Ilmu

Pengertian ilmu

Filsafat ilmu merupakan salah satu bagian dari filsafat.  Sesuai dengan sifat khas dari filsafat, kajian filsafat ilmu mulai berkembang dan tumbuh dengan sifat mendasar, universal, spekulatif dan konseptual. 

Dengan berkembangnya filsafat ilmu sampai saat ini, banyak ahli yang menyatakan bahwa filsafat ilmu saat ini sudah berubah menjadi suatu ilmu, dimana ilmu ini memiliki obyek material berupa pengetahuan ilmiah dan permasalahan-permasalahan mendasar lainnya.

Permasalahan-permasalahan mendasar dari suatu ilmu antara lain seperti hakikat ilmu (the nature of science), keterbatasan sains (limitation of science), teori ilmiah (scientific truth), metode ilmiah (scientific method), penalaran ilmiah (scientific reasoning), realisme sains (scientific realism), eksplanasi ilmiah (scientific explanation), pengembangan pengetahuan ilmiah (scientific revolution) serta implikasi moral dan etis dari pengaplikasian pengetahuan ilmiah (social-moral implication of science). 

Aspek-aspek tersebut dapat menjadi bahan kajian (subject matter) dalam mempelajari tentang filsafat ilmu.

Menurut Suriasumantri (2010), filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang hendak menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu yang ditinjau dari sudut pandang berbeda. 

Sudut pandang dalam meninjau hakikat ilmu pengetahuan terdiri dari sudut ontologi, sudut epistemology dan sudut aksiologi. Dalam mendalami proses telaah filsafat ilmu juga perlu dilakukan melalui proses dialektika secara mendalam, sistematis dan spekulatif sehingga tidak memberikan hasil yang ambigu.

Beberapa pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat ilmu terhadap suatu obyek yang ditelaah (landasan ontologi), cara untuk memperoleh pengetahuan (landasan epistemologi), dan bagaimana suatu ilmu dapat digunakan (landasan aksiologi). 

Aspek dalam ontologi ilmu terdiri dari meliputi bagaimana wujud hakiki dari obyek yang dibahas dan mencari hubungan antara obyek tersebut dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir dan menggunakan indera) yang nantinya membuahkan suatu pengetahuan.  

Aspek epistemologi ilmu mencakup beberapa referensi dan sumber pengetahuan yang akan digali, prosedur dan metode yang digunakan dalam menggali pengetahuan secara ilmiah, serta seperti apa kriteria pengetahuan secara ilmiah. 

Sedangkan, aspek aksiologi ilmu secara langsung berkaitan dengan kaidah moral dalam praktek penggunaan ilmu yang sudah digali. Oleh karena itu, ketiga aspek yang sudah dijelaskan di atas harus terpenuhi dan melengkapi satu sama lain.

Artikel Terkait: Pengertian Agama

Pengertian Pengetahuan

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan ilmu dan pengetahuan, yang tentang pengertian dari ilmu dan pengetahuan terlebih dahulu.  Manusia terlahir dengan sifat ingin tahu yang cukup tinggi.

Sumber dari rasa ingin tahu yang tinggi tersebut bisa berasal dari pengamatan terhadap apa yang terjadi di lingkungan maupun pengalaman berinteraksi dengan lingkungan untuk memuaskan rasa keingintahuannya.  Setelah mengetahui pengetahuannya itu, manusia dapat membuat keputusan-keputusan yang ada dalam hidupnya.  

Dari pengertian pengetahuan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan adalah hasil dari timbulnya rasa ingin tahu yang tinggi pada manusia.  Topik terkait dengan pengetahuan sangat luas dan mencakup segala sesuatu yang ada di muka bumi.

Rasa ketidakpuasan atas keingintahuan manusia muncul ketika manusia hanya sekedar memperoleh pengetahuan saja, tanpa menilai bahwa pengetahuan yang didapat merupakan pengetahuan yang benar.  Dengan begitu, hal ini dapat menyebabkan timbunya pemikiran tentang kriteria kebenaran pengetahuan yang sesungguhnya dan bagaimana cara mencapai kebenaran pengetahuan yang hakiki.

Di dunia ini, terdapat dua jenis pengetahuan yang bisa dimiliki manusia, yaitu pengetahuan khusus dan pengetahuan umum. 

Dikatakan pengetahuan khusus jika berkenaan dan berhubungan dengan satu fakta. Seperti contoh, logam tembaga merupakan konduktor yang baik karena dapat menghantarkan panas, dimana hal ini hanya berlaku untuk tembaga saja. 

Sementara itu, terdapat pengetahuan umum yang merupakan kesimpulan dari beberapa fakta. Seperti contoh, logam dapat menghantarkan panas, yang berlaku untuk semua jenis logam yang ada.

Artikel Terkait: Pengertian Obat

Pengertian Ilmu

Menurut KBBI, ilmu didefinisikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara secara sistematik menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan tertentu. 

Dengan begitu, ilmu dapat dikatakan sebagai susunan dari berbagai pengetahuan yang sistematis untuk satu bidang tertentu. Ilmu (science) mengelompokkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah (konsep, prinsip, hukum, prosedur, dan teori) yang logis dan sistematis.

Pada awal perkembangan ilmu, para filsuf dalam masyarakat dipandang sebagai seorang ilmuwan yang layak disebut sebagai ahli filsafat alam (natural philosophy). 

Beberapa filsuf yang terkenal di dunia antara lain yaitu Hipocrates yang juga ahli ilmu kedokteran, Aristoteles yang adalah ahli penyelidik makhluk hidup di laut dan Democritus yang terkenal dengan pemikirannya tentang atom sebagai unit terkecil di muka bumi.  Selanjutnya, perkembangan ilmu terbagi lagi menjadi disiplin-disiplin ilmu yang terpisah dari filsafat.

Pembagian disiplin-disiplin ilmu tersebut tentunya dibedakan berdasarkan landasan empiris dan kuantitatif metode ilmiah, terutama dalam penelitian yang mengkaji tentang fenomena alam di muka bumi.

Fenomena-fenomena yang diamati semakin hari semakin beragam dan menarik untuk dikaji.  Situasi ini yang mendorong pengkhususan kajian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam disiplin ilmu yang berbeda. 

Selanjutnya, setiap disiplin ilmu mulai memfokuskan kajian yang lebih spesifik dengan mengembangkan aspek asumsi, pola pikir dan beragam pendekatan yang spesifik.  Oleh karena itu, cabang-cabang ilmu semakin spesifik dan sukar untuk berinteraksi antar cabang ilmu satu dengan yang lainnya.

Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan

Berdasarkan pengertian ilmu dan pengetahuan di atas, tentunya terdapat perbedaan yang spesifik antara kedua hal ini.  Namun, tak sedikit ungkapan ilmu pengetahuan lazim digunakan dalam keseharian akademis. Dalam konteks ini, ilmu berarti pengetahuan yang bisa diperoleh dengan menerapkan berbagai metode ilmiah, sehingga ilmu dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah. 

Selanjutnya, agar tidak kerancuan antara ilmu (science) dan pengetahuan (knowledge), akan lebih baik jika menggunakan istilah ilmu daripada ilmu pengetahuan.

Dapat dikatakan, ilmu menyajikan hasil penelitian dengan jangkauan objek yang lebih luas jika dibandingkan dengan pengetahuan.  Hal ini disebabkan karena objek ilmu sudah teruji kebenarannya dan disusun secara sistematis menggunakan metode pengujian yang beragam sehingga hasil yang didapat lebih rinci dan luas. 

Berbeda dengan pengetahuan yang hanya memberikan informasi yang tidak seluas informasi yang diberikan ilmu.

Selain itu, obyek yang disajikan ilmu haruslah diuju dan dikaji kebenarannya secara objektif, serta dipercayai kebenarannya.  Jika hal tersebut belum terlaksana, maka belum dapat dikatakan sebagai ilmu, namun hanya sebatas pengetahuan saja. Umumnya pengetahuan hanya memiliki informasi yang terbatas dan tidak selengkap ilmu.

Hasil pencarian:

Pengertian ilmu menurut islam, pengertian ilmu menurut para ahli, pengertian ilmu menurut KBBI, pengertian ilmu agama, pengertian pengetahuan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: