pengertian observasi

√ Pengertian Observasi | Jenis Tujuan & Manfaat (Terlengkap)

Pengertian Observasi – Kata “observasi” tentu tidak lagi asing di sekitar kita, masyarakat Indonesia. Kata yang erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan ini cukup sering menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi, mahasiswa, maupun pelajar.

Sebagai bahasan menarik, sebenarnya apa sih pengertian observasi itu sendiri?

Observasi merupakan suatu kegiatan pengumpulan data atau informasi melalui sumber primer. Sementara itu, yang dimaksud dengan sumber primer adalah sumber yang langsung didapat saat melakukan aktivitas saintifik tersebut.

Dalam konteksnya, ada dua jenis data yang dikumpulkan oleh observasi yaitu data kuantitatif dan kualitatif.

Data kuantitatif berhubungan erat dengan angka atau numerik yang didapat melalui hasil pengukuran dan perhitungan. Sementara itu data kualitatif lebih berkisar pada progress atau perkembangan, serta sesuatu yang cenderung lebih abstrak.

Lalu, apa saja pengenalan lebih jauh mengenai pengertian observasi? Ayo kita bahas selengkapnya sebagai berikut.

Artikel terkait : Pengertian Manajemen

Pengertian Tentang Observasi Menurut Para Ahli

pengertian observasi

pixabay.com

Para ahli dari seluruh dunia memiliki penjelasannya masing-masing tentang observasi dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Dalam bahasa Indonesia, kata “observasi” sendiri merupakan kosakata saduran dari bahasa asing.

Kemungkinan besar observasi juga datang dari bahasa Inggris observation yang inti penjelasannya sama persis dengan observasi dalam bahasa Indonesia.

Dengan ragam bahasa ini, ada beberapa pengertian obervasi menurut para ahli yang dapat Anda jadikan referensi:

1. Angi Malderez

Menurut Angi Maldrez observasi merupakan salah satu sarana dalam pendidikan yang berfungsi untuk mendukung pemahaman dan perkembangan.

Observasi tidak hanya berarti melihat, namun juga mendengar dan menggunakan berbagai kemampuan inderawi sehingga informasi yang diterima tersebut dapat secara logika diolah dan dianalisis.

2. Lynda M. Baker

Observasi merupakan suatu keiginan manusia untuk mempelajari dan memahami apa saja yang ada di dalam lingkungan sekitarnya. Observasi yang partisipatif ini dapat mengarah pada suatu deskripsi etnografis yang pada akhirnya memunculkan sifat berpikir masyarakat suatu etnis atau bangsa.

3. Gorman dan Clayton

Observasi adalah suatu kegiatan yang melibatkan perekaman informasi dari suatu fenomena atau kebiasaan yang diamati di lingkungan sekitar. Perekaman informasi tersebut diwujudkan dalam berbagai sarana penyimpanan data seperti digambar, dicatat dengan ditulis, dan yang terjadi di era modern ini yaitu memfoto dan memvideonya.

4. Dana Lynn Driscoll

Observasi merupakan suatu hal yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan pengetahuan dunia.

Observasi dapat dilakukan di nyaris seluruh bidang, di mana sebelum dilaksanakan hendaknya disesuaikan dahulu dengan pertanyaan serta ide yang muncul berkaitan dengan ilmu pengetahuan tersebut.

Menurut Driscoll, observasi merupakan sebuah budaya kritis yang menghasilkan orang-orang sekelas Charles Darwin dan Carollus Linnaeus.

Pengertian observasi secara rinci dibagi menjadi dua yaitu observasi partisipiatif di mana pengamat diharuskan untuk berinteraksi dengan subjek-subjek yang diamati serta observasi inobstruktif di mana pengamat tidak perlu berinteraksi dengan subjek-subjek yang diamati.

5. Shazia Jamshed

Observasi kualitatif adalah suatu metodologi penelitian yang berperan besar dalam membantu penelitian yang baru pertama kali dilakukan atau membuktikan kebenaran suatu teori yang sudah ada.

6. Marshall dan Rossman

Observasi adalah sebuah deskripsi sistematik tentang peristiwa, pola tingkah laku atau kebiasaan, serta artefak di dalam lingkungan sosial yang diteliti.

Demikian lah beberapa pengertian ahli tentang observasi. Dari penjelasan-penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa memang benar observasi memiliki andil di dalam membentuk karakter pendidikan suatu bangsa.

Observasi bahkan dapat membentuk suatu budaya keilmuan yang menunjang kelogisan serta sistematika berpikir masyarakat. Oleh karena itu, observasi sangat penting dalam dunia ilmu pengertahuan.

Artikel terkait : Pengertian Produksi

pengertian observasi

pexels.com

Di atas kita telah memberikan gambaran luas mengenai jenis observasi yang berjumlah dua yaitu partisipatif dan inobstrutif. Namun, dalam konteks penelitian dan pengertian observasi, jenis-jenis tersebut dijabarkan lagi menjadi empat jenis oleh Jeff Sauro, PhD yaitu sebagai berikut.

  1. Pengamat sebagai pengamat penuh

Ini adalah suatu tipe atau kondisi di mana orang yang melakukan observasi tidak dilihat atau diperhatikan oleh subjek-subjek yang diobservasinya.

Sebagai gantinya adalah para partisipan dalam observasi tersebut dapat bersikap jauh lebih natural karena tidak menyadari bahwa sedang dilakukan suatu observasi dan penelitian dalam pola hidup mereka.

Hanya saja, kelemahan dari observasi ini adalah tidak bisa dilakukan untuk penelitian yang membahas hal-hal kompleks dan berkaitan dengan diri karena menimbulkan ambiguitas. Misalnya, seorang pengamat tidak bisa begitu saja mengetahui karakter diri seseorang hanya dengan melihatnya berjalan sekilas di stasiun.

Jika sang pengamat tetap ngotot ingin menganalis sifatnya melewati pengamatan singkat tersebut, dikhawatirkan data yang dihasilkan akan menjadi invalid.

  1. Pengamat sebagai partisipan

Berbeda dari yang pertama, tipe observasi yang kedua ini malah menekankan pada kesadaran masyarakat akan kehadiran pengamat dan bahwa mereka sedang diobservasi.

Pengertian observasi di tipe kedua ini dipahami oleh para partisipan sehingga mereka tahu tujuan pengamat melakukan observasi tersebut.

Ada suatu interaksi antara pengamat dan partisipan, namun interaksi tersebut dibatasi sedemikian rupa sehingga observer bisa tetap bersikap netral. Contoh dari observasi jenis ini adalah perusahaan yang “mengikuti” pelanggannya hingga ke rumah untuk menilai kepuasan pelanggan atas produk yang dibelinya tersebut.

  1. Partisipan sebagai pengamat

Terdengar lucu, namun memang ada tipe-tipe observasi dengan partisipannya yang menjadi pengamat.

Maksudnya adalah di sini sang pengamat berbaur secara menyeluruh dengan partisipan-partisipannya. Berbeda dari tipe sebelumnya yang pengamat harus sebisa mungkin bersikap netral, di tipe ini pengamat diperlakukan sebagai “rekan” atau bahkan “teman” oleh para partisipan.

Namun, meskipun begitu para partisipan tetap menyadari kehadiran sang observer sebagai seseorang yang sedang mengobservasi mereka.

  1. Pengamat sebagai partisipan penuh

Jika tipe pertama adalah pengamat secara penuh hanya bertugas sebagai pengamat, di tipe keempat ini pengamat malah menempatkan dirinya sebagai partisipan penuh.

Pengertian observasi yang satu ini seolah-olah membuat pengamat bertindak seperti mata-mata intelijen sehingga partisipan aslinya tidak tahu-menahu mengenai keberadaan seorang observer di antara mereka.

Bukan karena kehadirannya tidak dipedulikan, namun karena sang observer sudah betul-betul tampak seperti mereka untuk dicurigai yang macam-macam.

Mungkin salah satu contoh yang tepat dalam menggambarkan observasi tipe ini adalah seorang penasehat Belanda bernama Snouck Hurgronje yang bertingkah menjadi seorang Muslim di Aceh untuk mengobservasi kelemahan-kelemahan suku adat tersebut yang menguntungkan pemerintah Hindia-Belanda.

Artikel terkait : Pengertian Musik

Tujuan Manfaat Jenis – Jenis & Observasi

pengertian observasi

pexels.com

Kegiatan observasi tentunya mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Berikut tujuan observasi :

Tujuan Observasi :
  • Untuk memberikan gambaran sebuah objek dan segala yang berhubungan dengan objek penelitian melalui media pengamatan dengan menggunakan panca indera.
  • Untuk mendapatkan sebuah konklusi terkait objek yang diamati, dimana kesimpulan itu disusun dalam sebuah laporan yang berkaitan dan bermanfaat bagi bahan pembelajaran.
  • Untuk memperoleh sebuah data atau informasi yang bisa dibagikan kepada pihak lain berbentuk karya ilmiah atau non-ilmiah.

Kembali pada pengertian dan juga tujuan observasi yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil. Berikut beberapa manfaat observasi :

Manfaat Observasi :
  • Sebuah hasil observasi bisa dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
  • Deskripsi pada observasi bisa menjelaskan dan memperkirakan terkait dunia nyata.
  • Memungkinkan orang lain untuk memberi tafsiran hasil penemuan  dan bagaimana akan diterapkan.
  • Observasi bisa menjelaskan terkait suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya, serta menyebabkan timbulnya spekulasi terkait peristiwa tersebut dalam aturan nyata.
  • Sebuah peristiwa bisa dicatat secara kronologis sehingga berurutan.
  • Sebuah observasi bisa dikombinasikan dengan menggunakan nsistem lainnya.

Observasi sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis observasi :

Jenis - Jenis Observasi :
  • Observasi Partisipasi

Merupakan jenis observasi yang dilakkan dengan adanya seorang observer yang terlibat secara langsung dan aktif pada objek yang diteliti. Begitupun sebaliknya, observasi non-partisipasi dilakukan dengan tak adanya keterlibatan secara langsung seorang peniliti sebagai observer.

  • Observasi Sistematis

Observasi sitematis juga banyak disebut sebagai berkerangka. Merupakan observasi yang sudah ditentukan lebih awal kerangkanya. Pada kerangka tersebut terdapat beberapa faktor yang akan diteliti berdasarkan jenis kategorinya.

  • Observasi Eksperimental

Merupakan observasi yang dilaksanakan terhadap sebuah situasi yang telah dirancang sedemikian rupa untuk meneliti sebuah objek tertentu.

Penutup Tentang Observasi

pengertian observasi

pixabay.com

Observasi adalah hal yang menarik dan bahkan juga sangat menantang untuk dilakukan. Untuk itu, guna berjalannya observasi yang baik, perlu diperhatikan beberapa hal khusus seperti:

  1. Etika observasi

Ilmu yang baik hendaknya dibarengi dengan etika. Etika dapat mempermudah pelaksanaan suatu observasi. Etika tersebut bervariasi dan mengatur nyaris seluruh aspek mulai dari pola pengamatan hingga bagaimana berinteraksi dengan partisipan jika dibutuhkan.

2. Tujukan observasi untuk analisis

Mengingatobservasi sebagai media pendidikan, hendaknya dalam melakukan observasi Anda menujukan semuanya sebagai bahan analisis, bukan hanya asal melihat atau mengamati saja.

3. Tingkatkan validitas observasi

Yang terakhir ini berkaitan dengan keterangan sebelumnya. Semakin valid observasi, maka semakin baik hasil yang akan didapatkan.

Hasil pencarian : 

Pengertian observasi dan contohnya, pengertian observasi sinulasi, pengertian observasi pdf, pengertian observasi lapangan, jenis observasi, tujuan observasi, macam-macam observasi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: