bahan crepe

√ Bahan Crepe: Inilah Kelebihan & Kekurangannya

Bahan Crepe – Merupakan jenis kain yang bisa dibilang unik dan banyak diminati oleh kaum hawa. Kenapa harus kaum hawa? Ya, jenis kain ini memang banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat jilbab.

Kain crepe memiliki ciri khas yang cukup unik. Bahan ini memiliki bobot yang ringan, tekstur yang kasar, permukaan yang tipis dan tidak pengap. Ciri yang paling unik adalah bahan crepe memiliki keriput pada permukaan layaknya kulit jeruk.

Tak heran jika kemudian banyak yang menyukai dan merasa nyaman pada saat mengenakan busana atau jilbab yang dibuat dari bahan ini. Jenis crepe tidak menimbulkan kesan menyiksa saat dipakai. Selain itu, kain crepe juga tidak terlihat murahan.

Jenis-Jenis Crepe

bahan crepe

Pada dasarnya, bahan yang dipakai dalam pembuatan jenis ini adalah polyester, wol, sutra, atau tak jarang juga menggunakan bahan katun. Berdasarkan jenis pembuatan, kain crepe terbagi menjadi beberap macam jenis, yang mana diataranya:

1. Bahan Crepe Barbie Ceruti

Kain crepe barbie ceruti merupakan jenis kain yang memiliki karakteristik ringan, tipis, dan menerawang. Dengan karakteristik seperti ini, tentu saja ini akan sangat cocok digunakan sebagai lapisan luar rok atau baju.

Jika Anda akan menggunakan untuk jilbab, maka kain barbie ceruti sedikit kurang cocok. Melihat karakteristik dari bahan ini yang transparan, sehingga tak direkomendasikan untuk jilbab. Kalaupun harus dipaksakan, Anda harus menggunakan dalaman agar transparansi dari bahan bisa tertutup.

2. Bahan Arabian Crepe

Bahan Arabian Crepe merupakan hasil duplikasi dari moss crepe yang memiliki kualitas kain diatasnya. Secara visual, kain arabian crepe memiiki tampilan yang begitu persis dengan kain moss crepe. Sangking miripnya, jika Anda belum pernah melihat secara langsung, maka akan sulit membedakan keduanya.

Secara kasa mata memang bahan ini sangat mirip. Namun, jika Anda masih penasaran dengan perbedaaan pada keduanya, akan saya jelaskan.

Jika Anda melihat bahan crepe yang memiliki tekstur layaknya butiran pasir, tetapi halus dan dingin ketika diraba. Maka bisa dipastikan bahan tersebut merupakan Arabian Crepe. Namun, pada saat meraba Anda merasakan tekstur yang kasar, besar kemungkinan itu adalah Moss Crepe dengan harga murah.

Bahan jenis ini memiliki karakteristik yang lebih halus, tebal dan lebih dingin dari moss crepe.

3. Bahan Crezia Crepe

Crezia Crepe adalah jenis bahan dari keluarga crepe yang memiliki tekstur elastis. Bisa jadi ini merupakan jenis Crepe yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Penasaran? Anda bisa mencobanya dengan mrenggangkan kain secara diagonal.

Jenis ini cukup unik, tekstur pada kain membentuk garis-garis yang tersusun mirip dengan bentuk wajik. Meskipun agak samar, Anda akan jelas melihat ketika memperhatikan sedikit lebih lama.

Karakteristik pada bahan ini jatu, ringan, dan cenderung tak mudah kusut. Jika dibandingkan dengan Moss Crepe, kain ini memiliki ketebalan yang sama.

Karena bahannya longgar, Crezia Crepe adalah kain yang transparan.

4. Bahan Wolly Crepe

Wolly Crepe adalah jenis dengan tekstur permukaan yang paling halus dari pada jenis Crepe yang lain. Permukaannya hampir tak nampak seperti kulit jeruk.

Bahan ini memiliki karakter ringan, jatuh, dan nyaman pada saat dipakai. Wolly Crepe merupakan kain yang memiliki ketebalan yang cukup tinggi. Selain itu, jenis ini tidak elastis dan tidak melar. Berbeda dengan Crezia Crepe, kain ini tidak transparan karena memiliki serat kain yang cukup rapat.

Bicara harga, Wolly Crepe ini adalah jenis dengan harga yang sangat terjangkau. hampir sebanding dengan Kain Balotelly, harganya 40.000/meter.

5. Bahan Crepe Marocain

Crepe Marocain adalah salah satu jenis yang memiliki bahan dasar sutra, terkadang juga dikombinasikan dengan campuran rayon atau wol. Jenis ini memiliki karakteristik permukaan yang bergelombang dengan motif garis-garis.

Umumnya, bahan ini digunakan untuk setelan jas pria dan dress untuk wanita. Ada hal unik dari bahan ini. Konon pada era Victorian, crepe marocain digunakan sebagai kerudung untuk para biarawati.

6. Bahan Bubble Crepe

Bubble crepe adalah jenis crepe yang memiliki sifat ringan, oleh karenanya bahan ini juga banyak disebut lighwieght fabric. Tak hanya itu, Bubble Crepe dikenal dengan bahannya yang halus dan tidak menerawang.

Umumnya, Bubble Crepe terbuat dari serat polyester, tapi ada juga yang mengkombinasi dengan serat spandex yang mana hal ini akan menghasilkan crepe dengan tekstur yang sedikit lentur dan stretch. 

Tak berbeda dengan crepe jenis yang lain, jenis ini memiliki tekstur permukaan yang mirip denga kulit jeruk dan gelembung kecil pada seluruh permukaan.

Nah, dari sinilah nama itu diambil “Bubble Crepe” yaitu crepe yang bergelembung.

7. Bahan Diamond Georgette

Bahan Diamond Georgette adalah jenis yang memiliki kesamaan dengan bhan Diamond Italiano. Walaupun memiliki nama yang mirip, bahan kain ini bukanlah hasil duplikasi dari Diamond Italiano.

Perbedaan pada ciri khas antara Diamond Georgette dan Diamond Italiano bisa dibilang cukup signifikan. Secara susunan, teksturnya hamipir sama. Namun, yang membedakah secara signifikan adalah tekstur jeruk yang terlihat samar, meskipun begitu masih bisa dilihat.

Dari segi karakteristik, jenis ini juga hampir sama dengan Diamond Italiano, ketebalan kain bisa dibilang sama. Hanya saja, bahan kain jenis Georgette sedikit lebih kasar dan juga lebih melar.

8. Bahan Moss Crepe

Bahan Moss Crepe adalah jenis kain yang memiliki tekstur kulit jeruk yang menyerupai butiran pasir. Perhatikanlah, saat Anda meraba kain ini, makan Anda akan merasakan seperti ada butiran pasir yang menempel. Meski demikian, bahan Moss Crepe berkarakter cukup halus.

Kain yang rapat dan tebal adalah ciri khas dari bahan ini. Selain itu, bahannya juga tidak transparan. Umumnya, jenis Moss Crepe banyak digunakan untuk memproduksi jilbab atau gamis. Alasan utamanya adalah mempertimbangkan bahwa kain ini tidak panas dan nyaman saat dikenakan.

Moss Crepe merupakan golongan kain yang jatuh, dan tak mudah kusut. Ternyata kain ini juga elastis, sama seperti Bubble Crepe.

9. Bahan Diamond Italiano

Bahan Diamond Italiano adalah jenis yang bertekstur mirip dengan jeruk nipis. Memiliki karakteristik kain yang jatuh dan ringan. Bahannya pun lebih melar dan kasar jika dibandingkan dengan Moss Crepe.

Jenis ini termasuk dalam golongan kain yang tipis dan transparan. Jika membandingkan, Diamond Georgette akan terasa lebih halus dibandingkan dengan Diamond Italiano.

Meninjau dari ketebalan kain, Diamond Italiano tampaknya unggul dalam segi keringanan dan ketipisan bahan dibandingkan Crezia Crepe.

10. Bahan Crepe de Chine

Crepe de Chine adalah jenis yang memiliki bahan dasar atau serat kain yang terbuat dari sutra. Karena memiliki tampilan kain yang menawan dan tidak berkialuan, ini akan sangat cocok untuk pembuatan dress mewah yang elegan.

Harga yang ditawarkan oleh Crepe de Chine tergolong cukup mahal, sehingga kaum kelas menengah keatas yang banyak memilikinya.

Jenis de Chine cenderung cocok untuk busana indoor, karena jika bahan ini terkena pancaran matahari dalam jangka lama, ini akan membuat warna kain memudar.

11. Bahan ITY Crepe

ITY Crepe adalah salah satu dari keseluruhan keluarga Crepe yang tekstur permukaannya tidak rata. Namun, bahan ini masih lebih halus jika dibandingkan dengan Moss Crepe.

Umumnya bahan ini digunakan dalam memproduksi gamis, kerudung, dan khimar. Karakteristik kain ini adem, sehingga sangat nyaman saat dipakai. ITY Crepe merupakan bahan yang tidak transparan.

Artikel Terkait: Bahan Suede

Perawatan Kain Crepe

bahan crepe

Sebenarnya perawatan kain Crepe lebih mudah jik dibandingkan dengan kain tule. Kain Crepe cenderung memiliki ketahanan yang lebih jika dibandingka dengan Tule yang bersifat ringkih. Meskipun demikian, Anda tetap harus hati-hati dalam proses pencucian, pengeringan dan penyimpanan.

Berikut Langkah yang Baik untuk Perawatan:

1. Proses Pencucian

Sebelum Anda mencuci, pastikan Anda telah memilih deterjen yang baik sehingga tidak merusak kain. Untuk mencari deterjen yang baik, ini akan menyesuaikan dengan jenis kain tersebut.

Jika jenis kain berwarna putih, Anda bisa menggunakan pemutih pakaian. Perhatikan juga pada label kai tersbut, jika tidak memungkinkan untuk ditambahkan pemutih, maka jangan lakukan.

Selanjutnya masuk ke tahap pencucian. Karena melihat jenis kain Crepe ini termasuk kai yang halus dan lembut. Maka mencuci kain Crepe dengan menggunakan mesin cuci adalah tindakan yang perlu dihindari.Cucilah dengan menggunakan metode manual, mengucek dengan kedua tangan.

Apabila pada permukaan kain terdapat noda, Anda bisa membersihkan terlebih dahulu dengan cara menggunakan spons basah atau merendam dengan air hangat.

2. Proses Penjemuran

Setelah dirasa sudah bersih dari noda dan sisa deterjen. Jangan lakukan pemerasan layaknya pakaian biasa, hal ini akan merusak kain. Peraslah perlahan dan juga hati-hati agar kualitas kain tetap terjaga.

Hindari menjemur di pelataran terbuka yang langsung terkena terik matahari, tindakan ini juga akan merusak kain. Jemurlah ditempat yang mana cahaya matahari tidak kontak langsung dengan kain.

Menjemur dengan memberikan angin-anginan atau kipas bisa menjadi alternatif.

3. Proses Penyetrikaan

Anda perlu tahu, kain Crepe adalah jenis yang tidak tahan dengan tekanan panas yang terlalu tinggi. Jika hendak menyetrika, gunakan tekanan panas yang rendah sehingga kain tetap terjaga.

Tak jauh berbeda dengan bahan yang lain, tekanan panas yang tinggi akan membuat kain melepuh.

Artikel Terkait: Bahan Satin

Harga Kain Crepe

Tentunya banyak yang penasaran dan ingin tahu berapa harga dari kain-kain ini. Penasaran bukan? Harga yang dimiliki kain ini mulai dari dua puluh ribuan sampai dengan lima puluh ribuan. Tentunya harga dari setiap kain dipatok dengan jenisnya masing-masing.

Harga paling murah biasanya berada pada jenis diamond. Sedangkan harga paling mahal masih dipegang oleh jenis Moss Crepe dan Wolly Crepe. Harga per meter dari jenis ini berkisar antara empat puluh sampai dengan lima puluh ribuan di pasar.

Dengan membeli kain yang harga cukup tinggi, pastinya ini sangat worth it. Karena memilki karakteristik matte, warna yang tercetak pada kain terlihat lebih eksklusif dan berkelas.

Tak hanya itu, meskipun kain ini adalah jenis kain yang ringan, namun kain ini tak mudah robek.

Kelebihan Bahan Crepe

bahan crepe

Dengan segala jenis dan spesifikasinya, bahan ini memiliki keunggulan yang bisa menjadi refrensi untuk Anda pertimbangkan dalam pembelian. Berikut diantaranya:

1. Memiliki Sifat Jatuh Pada Kain

Dari keseluruhan jenis Crepe, kain ini hampir semuanya memiliki tekstur elastis. Jika Anda hendak membuat bahan ini sebagai pakaian, sifat yang terdapat pada kain ini aka menghasilkan pakaian yang bagus.

2. Dingin dan Nyaman saat Dipakai

Kain Crepe ideal digunakan oleh orang-orang yang tinggal didaerah yang memiliki iklim tropis dikarenakan efek dingin yang timbul dari kain pada saat dikenakan. Hal ini tentunya akan memberikan experience yang sangat nyaman bagi siapapun yang memakai.

3. Memiliki Tekstur Unik

Seperti yang sudah dijelaskan pada pembahasan diatas. Kain Crepe memilki tekstur unik yang menyerupai kulit jeruk. Dengan jenis kain yang mempunyai ciri khas tersebut, inilah yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

4. Sifat Kain yang Elastis dan Lembut

Pada dasarnya seluruh keunggulan kain Crepe telah dibahas pada tulisa diatas. Namun pengulangan ini saya rasa perlu untuk memperjelas.

Kain Crepe memiliki tekstur layaknya kulit jeruk dan terkesan agak kasar. Namun jangan salah, pada saat Anda menyentuh kain ini, Anda akan merasakan sensasi yang lembut, kesat dan elastis. Tak heran jika kemudian banyak yang menyukai bahan ini, terlebih dari kaum hawa.

Artikel Terkait: Bahan Kanvas

Kekurangan Bahan Crepe

Anda telah mengetahui apa saja keunggulan yang dimiliki oleh kain Crepe. Kini saatnya Anda juga mengetahui apa saja kekurangan yang dimiliki oleh kain ini. Simak selengkapnya berikut ini:

1. Bahan yang Relatif Tipis

Jika Anda melakukan komparasi antara bahan jenis ini dengan bahan yang lain. Maka Anda akan mengetahui betapa tipisnya kain Crepe bila dibandingkan dengan yang lain.

Nah, inilah yang membuat crepe menjadi jenis yang perlu dipertimbangkan saat hendak membeli.

2. Mudah Berkerut saat Disetrika

Karena memiliki jenis bahan yang tipis, wajar saja ketika terjadi pengerutan kain pada saat terkena tekanan suhu yang tinggi atau saat disetrika. Memang pada dasarnya seluruh jenis kain yang tipis akan selalu mudah berkerut saat terkena tekanan suhu panas yang tinggi.

Bahkan jika suhu panas terlalu tinggi, kain ini akan terbakar.

3. Bahan yang Transparan

Beberapa jenis dari Crepe memiliki bahan yang terlalu tipis sehingga membuat kain menjadi transparan. Inilah salah satu kekurangan dari kain Crepe yang perlu anda ketahui.

Jenis-jenis tersebut diantaranya:

  • Crezia Crepe
  • Bubble Crepe
  • Diamond Italiano

4. Pantang Terkena Pancaran Matahari

Kekuarangan terakhir yang terdapat pada bahan ini adalah tak bisa terkena matahari secara langsung. Serat kain akan mudah rusak jika dipaksa, terlebih pada bahan yang terbuat dari bahan campuran sutra.

Tips Memilih Kain Crepe yang Baik

bahan crepe

Jika Anda hendak membeli dan menggunakan kain ini, penting untuk mengetahui hal-hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelumnya. Keliru dalam pemilihan kain akan membuat penyesalan, terlebih kain ini termasuk jenis kai yang cukup mahal.

Perhatikan tips-tips berikut sebelum membeli:

1. Hitung Ukuran yang Diperlukan

Agar kebutuhan Anda tercukupi dengan pas, penting untuk menghitung terlebih dahulu jumlah dan ukuran sebelum membeli. Pastikan kain tersebut benar-benar cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Ukuran kain bisa hitung berdasarkan beberapa hal, berat badan dan jenis fashion adalah ukuran yang bisa dipertimbangkan.

Jika Anda hendak membuat celana panjang dari kain ini, maka bahan yang dibutuhkan akan lebih banyak dibandingkan dengan pembuatan rok. Jangan disamakan. Bagitupun seterusnya, semua berdasarkan jenis fashion dan berat badan.

2. Beli Ditempat Terpercaya

Penyesalan akan selalu datang belakangan. Jangan sampai Anda merasakan penyesalan tersebut. Usahakan sebisa mungkin untuk memilih toko yang memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. Sehingga Anda tak perlu mengkhawatirkan akan dirugikan kedepannya.

Toko yang baik akan selalu melayani konsumen dengan serivis terbaik mereka. Bahkan dalam beberapa hal mereka juga memberikan garansi.

Jika tidak tahu tempat yang bagus, bertanyalah kepada teman atau kerabat lain yang paham tempat atau toko yang menyediakan bahan-bahan berkualitas. Dengan begitu, kemungkinan rasa sesal akan terminimalisir.

3. Cari Bahan Yang Menyerap Keringat

Tips yang harus diperhatikan selanjutnya adalah memilih bahan yang dapat menyerap keringat. Karakter kain yang yang mampu menyerap kain dengan baik adalah jenis yang terasa dingin saat dikenakan.

Dalam proses pemilihan, cobalah untuk memegang kain tersebut dan menempelkan dengan kulit secara langsung. Apabila terasa kasar dan tak nyaman, cobalah untuk mencari yang lain.

4. Kain yang Jatuhnya Bagus

Agar lebih mudah dirapikan ketika bahan sudah menjadi busana. Pilihlah yang memiliki jatuh bagus. Jika jatuh kain ini berkualitas buruk, maka ketika digunakan akan kaku dan cenderung tak nyaman. Selain itu, hal tersebut akan membuat kain sulit untuk dirapikan setelah dicuci.

Mengenakan busana yang tidak rapi hanya akan membuat penampilan tidak maksimal.

5. Analisis Kebutuhan

Sebenarnya ini adalah tips yang pertama harus dilakukan. Tapi, ya sudah lah kita akan bahas disini. Menganalisa kebutuhan penting dilakukan agar bahan yang dibeli bisa sesuai keinginan.

Tentunya kebutuhan setiap individu berbeda-beda, sehingga Anda harus tahu tujuan dalam pembelian tersebut untuk apa.

Kita ambil contoh, ketika seseorang hendak membuat jas atau blouse, maka bahan yang dipilih adalah jenis yang memiliki tesktur halus dan lembut. Contoh lain, jika Anda bertujuan untuk busana yang banyak digunakan dalam ruangan ber-AC pilihlah yang tebal. Begitu pula sebaliknya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: