pengertian sejarah

√ Pengertian & Objektivitas Sejarah – Bisakah Subjektif ?

Pengertian Sejarah – Kata “sejarah” adalah hal yang tidak awam di telinga bangsa Indonesia, bahkan seluruh bangsa di seluruh dunia. Sebagai bagian dari esensi waktu, nyaris-nyaris tidak ada satu pun bahasa di bumi ini yang tidak memiliki suatu kosa kata yang berarti sejarah.

Misalkan saja bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut sebagai history.

Menjelaskan mengenai keterkaitannya dengan kehidupan praktis sehari-hari, bahasa Inggris juga mengenal suatu pengaturan kalimat atau tenses yang berbau sejarah yaitu past tense dan turunan-turunannya.

Ini membuktikan bahwa sejarah bahkan memiliki andil besar untuk hal sesederhana pengaturan kalimat sekali pun.

Contoh lainnya adalah bahasa Korea maupun bahasa Arab, keduanya memiliki bentuk kalimat lampau yang tentunya dapat dikaitkan pula dengan pengertian sejarah.

Lalu, sebenarnya apa sih pengertian sejarah itu? Sejarah yang memiliki peran penting tersebut didefinisikan sebagai sebuah bidang ilmu pengetahuan mengenai masa lampau yang didapatkan melalui tahapan-tahapan investigasi.

Sejarah adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan mengenai masa lampau yang didapatkan melalui tahapan-tahapan investigasi.

Oleh karena sejarah didapatkan dari serangkaian investigasi, maka fakta yang didapat juga harus sesuai dengan pengalaman empiris alias penelitian yang telah dicantumkan.

Dengan kata lain, sejarah bersifat objektif. Maksudnya adalah sejarah dipandang secara apa adanya, berdasarkan apa yang terjadi sebenarnya. Sehingga, dalam memahami sejarah, kita membutuhkan pikiran yang terbuka dalam menganalisis dan menarik kesimpulan.

Artikel terkait : Pengertian Manajemen

Pengertian Sejarah Lebih Lanjut

pengertian sejarah

pixabay.com

Lebih lanjut dari sejarah, ada pengertian yang datang dari berbagai ahli. Contohnya adalah John Jacob Anderson yang berpendapat bahwa sejarah merupakan suatu urutan narasi peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Berdasarkan penjelasan ini, berarti dalam konteksnya sejarah memiliki dua komponen penting yaitu timeline dan manusia, entah itu soal kebangkitan atau keruntuhan suatu bangsa, maupun perkembangan-perkembangan lain yang mempengaruhi aspek sosial dan politik masyarakat tersebut.

Tidak ada sejarah yang tidak melibatkan aspek manusia di dalamnya.

Andaikan ketika itu masih belum ada manusia, misalkan kita membahas tentang sejarah bumi, tetap saja kita akan menyebutnya sebagai masa “ketika manusia belum ada”—lagi-lagi ada keterkaitannya dengan manusia, betul kan?

Pengertian sejarah dalam konteks perkembangan ekosistem bumi ini mengacu pada sejarah geologisnya. Sejarah bumi tersebut dimulai jauh sebelum keberadaan manusia, yaitu sejak masa pre-Cambrian.

Lalu, sejarah bumi terus berkembang hingga ke zaman Cenzoic dimana manusia memiliki andil besar dalam membangun planet ini.

Nah, sudah semakin jelas bahwa sejarah dan manusia tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sebagai dampaknya adalah apa yang dilakukan manusia dapat mempengaruhi pola bergeraknya sejarah.

Sementara itu, sejarah terus berkembang. Detik ini, ketika Anda hidup di zaman milenial ini, Anda sebenarnya sedang mencetak sejarah yang akan dibaca orang-orang di masa depan, tentunya jika ada catatan tertulis mengenai diri Anda.

Namun, tidak semua hal dianggap layak atau penting untuk dimasukkan ke dalam catatan sejarah. Jika Anda adalah seorang Ratu Inggris atau diktator di antara rakyat-rakyat fasis, mungkin saja apa yang Anda lakukan seharian penuh selama hidup Anda semuanya tercatat oleh kaki-tangan Anda.

Akan tetapi, jika Anda bukanlah siapa-siapa, tentunya sejarah tentang diri Anda tidak bisa setenar sejarah tentang Tsar Nikolas II dari Rusia yang dibunuh kaum Bolshevik.

Mungkin catatan tentang sejarah diri Anda hanya terbatas di kalangan keluarga Anda saja.

Pernah mendengar cerita tentang leluhur-leluhur Anda? Misalkan saja kakek Anda yang seorang saudagar atau buyut Anda yang seorang peternak kambing sukses pada masanya, bisa jadi kisah tentang sejarah hidup Anda hanya akan bersirkulasi di antara cucu-cucu Anda saja.

Ya, memang begitulah pengertian sejarah bekerja. Dunia punya penilainnya sendiri mengenai seberapa pentingnya kehidupan seorang manusia dalam perkembangan sejarah.

Sekali lagi, meskipun manusia dan sejarah tidak dapat dipisahkan, tetap saja sejarah universal tidak akan menceritakan semua kehidupan anak manusia secara menyeluruh. Kisah sejarah hidup Anda yang bersirkulasi di antara kalangan keluar saja sudah lumayan bagus, kan? Pasalnya, ada juga orang-orang yang tidak pernah diceritakan lagi meskipun di dalam keluarganya sendiri.

Selain itu, mungkin kisah tentang seseorang di keluarga hanya bertahan hingga beberapa generasi saja. Pasti sangat sedikit di antara kita ini sekarang yang tahu sejarah leluhur yang kesepuluh atau kelima belas di atas kita.

Artikel terkait : Pengertian Ekosistem

Jenis – Jenis Sejarah

pengertian sejarah

pexels.com

Setidaknya pengelompokan atau klasifikasi dalam penulisan sejarah ada 3 bagian yaitu :

  1. Berdasarkan tempat terjadinya (wilayah)
  2. Berdasarkan waktu terjadinya
  3. Berdasarkan tema

Sejarah Berdasarkan Wilayah

Apabila ditinjau dari wilayah tempat terjadinya sebuah peristiwa dalam sejarah maka dapat dibagi menjadi 4 bagian yaitu :

  • Sejarah lokal
  • Sejarah nasional
  • Sejarah regional
  • Sejarah internasional

Berdasarkan Waktu

Selain klasifikasi sejarah dengan berdasarkan wilayah, ada juga klasifikasi sejarah dengan berdasarkan batasan waktu (periode). Klasifikasi sejarah berdasarkan periode ini dapat kita ambil contohnya dalam beberapa buku sejarah nasional yaitu :

  • Periode Prasejarah
  • Periode Pengaruh Hindu-Budha
  • Periode Pengaruh Islam
  • Periode Kekuasaan Belanda
  • Periode Pergerakan Nasional
  • Periode Pendudukan Jepang
  • Periode Kemerdekaan
  • Periode Revolusi Fisik
  • Periode Orde lama
  • Periode Orde Baru
  • Periode Orde Reformasi

Sejarah Berdasarkan Tema

Berikutnya bila dilihat dari ruang dan lingkupnya terutama pengelompokan sejarah secara tematik, sejarah mempunyai cakupan sangat luas. Syamsudin (1996) mengklasifikasikan sejarah tematik menjadi dua belas jenis sebagai berikut :

  • Sejarah sosial
  • Sejarah ekonomi
  • Sejarah kebudayaan
  • Sejarah demografi
  • Sejarah politik
  • Sejarah kebudayaan rakyat
  • Sejarah intelektual
  • Sejarah keluarga
  • Sejarah etnis
  • Sejarah psikologi dan psikologi history
  • Sejarah pendidikan
  • Sejarah medis

Artikel terkait : Pengertian Proposal

Sejarah Tak lekang oleh Waktu

pengertian sejarah

pixabay.com

“Sejarah yang tak lekang oleh waktu” sebenarnya suatu klausa yang jika ditelisik berdasarkan pengertian sejarah sendiri masih berarti cukup ambigu.

Benar bahwa sejarah itu objektif, namun setelah kita mengetahui bahwa tak semua sejarah manusia tercatat, berarti secara tidak langsung ada pula sejarah yang lekang oleh waktu—seperti halnya kisah sejarah tentang leluhur yang sepuluh atau lima belas di atas kita tersebut.

Perlu ditekankan lagi bahwa sejarah bisa diketahui karena adanya sebuah bukti konkrit tentang eksistensinya, biasanya catatan tertulis, namun bisa juga menjadi catatan lisan turun-temurun, hanya saja catatan lisan tersebut biasanya sudah terdistorsi dan bahkan terkadang sampai tidak dapat dijadikan acuan lagi.

Maka dari itu, bangsa yang besar adalah mereka yang memiliki pengertian sejarah yang luas, tertulis, sehingga diingat oleh dunia sepanjang waktu.

Contohnya adalah Cina. Bangsa yang mendiami daratan utama di sebelah timur ini memiliki peradaban yang tercatat sudah ada sejak 2500 SM, di mana ketika itu ada suatu dinasti yang membantu rakyatnya membangun bendungan untuk mencegah air bah.

Orang Cina, dengan semangat literasinya banyak menulis tentang kesehariannya yang setelah berubahnya waktu menjadi nilai-nilai sejarah.

Oleh karena itulah, bangsa Cina di sepanjang kehidupan kerajaan atau dinastinya hingga saat ini banyak sekali belajar dari sejarah.

Di Timur Tengah pada Abad Pertengahan, munculnya kebudayaan Islam menghadirkan wajah baru pengertian sejarah pula dalam berkehidupan. Seperti yang telah diketahui bahwa budaya keilmuan Islam terdiri dari membaca, menulis, dan berdiskusi.

Maka dari itu, banyak sekali catatan-catatan penting seperti buku dan notulensi yang akhirnya menjadi suatu bukti keberadaan atau eksistensi kebudayaan Islam yang pernah maju pada masanya di Timur Tengah dahulu.

Pramoedya Ananta Toer, seorang penulis asal Indonesia pun pernah berkata bahwa intinya: “Menulislah maka namamu akan dikenang sepanjang masa”. Ini adalah suatu bentuk konkrit dari ajakan untuk mencetak sejarah, yaitu menghasilkan suatu karya yang bisa dikenal hingga ke generasi-generasi berikutnya.

Pengertian Sejarah yang Subjektif ?

pengertian sejarah

pexels.com

Sejarah, dengan semua keobjektivitasannya, menyimpan banyak sekali misteri hingga solusi untuk dunia. Lalu, bisakah sejarah menjadi subjektif?

Jawabannya terletak pada sistem analisisnya. Sejarah tidak akan pernah subjektif karena fakta tetaplah sebuah fakta, yang berarti itu merupakan sesuatu yang objektif. Namun, analisisnya lah yang membuat pengertian sejarah menjadi subjektif.

Dengan banyak orang yang mengamati dan menganalisis sejarah yang ada, muncul interpretasi-interpretasi yang bervariasi pula. Maka dari itu, dalam mempelajari sejarah, dibutuhkan kehati-hatian serta ketepatan menganalisis agar tidak terjadi pemelencengan yang jauh, seperti halnya menutup-nutupi fakta sejarah.

Hasil pencarian :

Pengertian sejarah secara umum, pengertian sejarah menurut para ahli, pengertian sejarah menurut KBI.

Leave a Reply

%d bloggers like this: