pengertian sosiologi

√ Pengertian Sosiologi | Sejarah Fungsi & Ciri – Ciri Sosiologi (Terlengkap)

Pengertian Sosiologi – Kehidupan masyarakat adalah aspek penting yang dikaji dalam sosiologi sebagai sebuah cabang ilmu sosial. Artikel ini membahas tuntas mengenai pengertian sosiologi, ciri-ciri, objek, hingga pokok bahasan sosiologi.

Sosiologi merupakan cabang ilmu mengenai kehidupan dan perilaku dalam kaitannya dengan sistem sosial. Melalui ilmu sosiologi, dipelajari bagaimana menjadikan masyarakat dalam sistem tersebut hidup berkelompok dengan berbagai kondisi yang bervariasi.

Allan Johnson

Manusia sebagai makhluk sosial penting untuk mengetahui ilmu sosiologi sebagai pedoman dalam menjalani aktivitasnya dalam ruang lingkup keluarga, masyarakat, bahkan negara.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

pengertian sosiologi

Sebagai cabang ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil pemikiran dan penelitian ilmiah, serta dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain. Ahli-ahli memiliki pandangan dan pendapat tentang sosiologi itu sendiri, diantaranya:

Allan Johnson

Sosiologi merupakan cabang ilmu mengenai kehidupan dan perilaku dalam kaitannya dengan sistem sosial. Melalui ilmu sosiologi, dipelajari bagaimana menjadikan masyarakat dalam sistem tersebut hidup berkelompok dengan berbagai kondisi yang bervariasi.

Maximilian Weber

Maximilian Weber atau Max Weber merupakan bapak sosiologi dunia. Menurut Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang diupayakan untuk memberikan pemahaman mengenai tindakan-tindakan sosial.

Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang penelaahannya berkutat pada kehidupan kelompok berikut produk dari kehidupan berkelompok tersebut.

Piritim Sorokin

Sosiologi adalah cabang ilmu yang memberikan pandangan mengenai tiga hal sosial. Ketiga hal tersebut adalah hubungan dan timbal balik antar gejala sosial, hubungan dan timbal balik gejala sosial dan gejala non-sosial, serta ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial lainnya.

Roucek dan Warren

Menurut Roucek dan Warren, sosiologi adalah cabang ilmu mengenai hubungan manusia dalam kelompok-kelompok masyarakat.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan mengenai struktur sosial dan proses sosial, termasuk di dalamnya perubahan sosial

Soerjono Soekanto

Ilmu yang pengetahuannya berpusat pada sisi kemasyarakatan yang bersifat umum serta berusaha mendapatkan pola-pola umum kehidupan dalam masyarakat.

William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf

Ogburn dan Nimkopf berpendapat bahwa Sosiologi adalah penelitian ilmiah mengenai struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

William Kornblum

Menurut Kornblum, sosilogi mencakup upaya ilmiah dalam rangka mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya. Adanya sosiologi menjadikan masyarakat tersebut dipelajari dalam kelompok-kelompok dengan berbagai kondisi.

Definisi-definisi dari para ahli menyebutkan dua kesamaan dari sosiologi, yaitu masyarakat sosial dan kelompok. Dapat dikatakan bahwa menurut para ahli, sosiologi mendefinisikan pemikiran ilmiah mengenai kemasyarakatan, mencakup hubungan antar kelompok, proses sosial, pola sosial hingga struktur sosial.

Artikel Terkait : Pengertian Ekonomi

Sejarah Sosiologi

pengertian sejarah

Lahirnya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memeberikan alasan tersendiri bagi perkembangan ilmu & pengetahuan. Kelahiran ilmu sosiologi tak dapat dipisahkan dari para tokoh filsafat, seperti Plato dan Aristoteles.

Sebelum ilmu sosiologi muncul dan hadir sebagai ilmu pengetahuan para tokoh sosiologi telah merancang sedemikian rupa bagaimana ilmu pengetahuan mampu berkontribusi bagi masyarakat untuk bisa hidup bahagia. Kebahagiaan tersebutlah yang melatar belakangi sejarah dari kelahiran sosiologi.

Istilah ilmu sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Aguste Comte atau yang saat ini dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia.

Jauh sebelum Aguste Comte memberikan pandangan terkait ilmu ini, dalam perkembangan yang terdapat di daerah Arab (Islam) kajian masyarakat terlebih dahulu telah diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun pada tahun 1406.

Sejarah Awal Perkembangan Sosiologi

Sosiologi berkembang dari adanya gejolak sosial sejak terjadinya revolusi industri dan revolusi Perancis. Revolusi ini memicu terjadinya urbanisasi, demokratisasi, pengeksplotasian pekerja anak-anak, dan lain-lain.

Pada saat bersamaan berkembang metode ilmiah pada bidang ilmu kimia dan fisika. banyak rahasia alam yang berhasil terungkap.

Dikarenakan tardisi tak dapat lagi menjawab berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, maka dicarilah metode ilmiah untuk memberikan jawaban atas persoalan tersebut. Dari hal itulah dimulainya tahap perkembangan lahirnya soaiologi sebegai ilmu pengetahuan pada tahap awal.

Sejarah Akhir Perkembangan Sosiologi

Sejarah akhir dari perkembangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan ialah munculnya paradigma bahwa pembangunan yang terdapat pada perkembanga sebuah negara.

Tak hanya diukur dengan pembangunan infrastruktur atau pembangunan SDA saja, namun yang lebih penting ialah pembangunan dalam SDM.

Dengan posisi tersebut, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan pada akhirnya memberikan jalan keluar atas permasalahan yang terjadi. Salah satunya ialah dengan memberikan berbagai cabang dalam bidang ilmu pengetahuan sosiologi.

Artikel Terkait : Pengertian Dana Pensiun

Ciri Utama Ilmu Sosiologi

pengertian sosiologi

Sebagai cabang ilmu pengetahuan, sosiologi memenuhi empat ciri utama dari ilmu pengetahuan. Empat ciri utama ilmu pengetahuan yang dipenuhi oleh cabang ilmu sosiologi adalah:

1. Empiris

Ciri empiris berarti sebuah ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat. Hasil observasi tidak boleh bersifat spekulatif (menduga-duga).

2. Teoritis

Ilmu pengetahuan yang teoritis selalu memuat susunan abstraksi dari hasil pengamatan. Abstraksi adalah simpulan logis yang memberikan penjelasan hubungan sebab akibat, sehingga memunculkan satu atau beberapa teori.

3. Komulatif

Ilmu pengetahuan memiliki ciri komulatif, yaitu disusun atas dasar teori yang sudah ada. Ilmu pengetahuan disusun dengan cara memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori lama.

4. Nonetis

Ciri nonetis berarti pembahasan satu masalah dalam ilmu pengetahuan tersebut tidak mempermasalahkan pandangan baik ataupun buruk suatu teori. Pembahasan masalah lebih ditujukan untuk memberikan pembahasan mendalam tentang permasalahan tersebut.

Sebagai ilmu pengetahuan, cabang ilmu Sosiologi memiliki beberapa hakikat yang diuraikan sebagai berikut:

  • Sosiologi merupakan ilmu sosial dengan objek gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori dan bukan disiplin ilmu normatif.
  • Sosiologi adalah ilmu murni (pure science) yang dalam perkembangannya menjadi ilmu terapan (applied science).
  • Sosilogi merupakan ilmu pengetahuan asbtrak, sehingga yang menjadi perhatian di dalamnya adalah bentuk dan pola peristiwa di masyarakat secara menyeluruh.
  • Ilmu Sosiologi menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta menemukan prinsip-prinsip dan hukum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, serta struktur masyarakat.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional terkait metode-metode yang digunakan.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum, artinya memiliki gejala-gejala umum dalam interaksi manusia.

Artikel Terkait : Pengertian Biografi

Objek dan Fungsi Sosiologi

pengertian sosiologi

Sebagai cabang ilmu pengetahuan, sosiologi memiliki empat objek sosiologi, yaitu objek material, objek formal, objek budaya, serta objek agama. Masing-masing objek dijelaskan sebabagi berikut.

Objek material: meliputi kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antar manusia yang mana mempengaruhi kesatuan manusia.

Objek formal: menekankan pada manusia sebagai mahluk sosial dalam masyarakat. Sehingga, objek formal dalam sosiologi adalah hubungan antar manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.

Objek budaya: merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hubungan manusia di dalam masyarakat.

Objek agama: merupakan objek yang juga mempengaruhi pembentukan hubungan sosial antar manusia di dalam masyarakat.

Fungsi Sosiologi

Inti pokok dari sosiologi adalah masyarakat, sehingga ilmu ini memiliki fungsi bagi masyarakat. Fungsi sosiologi bagi masyarakat antara lain:

  • Mengetahui gejala sosial

Dengan perspektif sosiologi, seseorang dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di masyarakat. Beberapa gejala sosial mungkin dianggap sebagai hal biasa, namun gejala tersebut bisa jadi hal penting ketika dikaitkan dengan sosiologi.

  • Mengetahui konflik sosial

Konflik sosial adalah salah satu permasalahan yang dibahas dalam cabang ilmu Sosiologi. Konflik sosial dalam masyarakat perlu ditangani secara cermat dan komprehensif demi menghindari perpecahan.

Manfaat Sosiologi

Selain fungsi, Sosiologi juga memiliki kegunaan atau manfaat bagi masyarakat. Dua kegunaan dari Sosiologi yaitu dalam hal:

  • Pembangunan

Proses pembangunan yang melibatkan masyarakat memerlukan data-data sosial. Keberadaan ilmu sosiologi menjadi bantuan dalam penyusunan data sosial demi upaya melancarkan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembangunan.

  • Penelitian

Perencanaan sosial yang efektif hingga solusi terhadap masalah sosial akan lebih susah didapatkan tanpa didukung penelitian-penelitian sosiologi, sehingga ilmu sosiologi penting dalam penelitian.

Pokok-Pokok Bahasan Sosiologi

pengertian sosiologi

Sosiologi adalah ilmu tentang manusia dan masyarakat yang kompleks. Terdapat empat pokok bahasan utama dalam Sosiologi, yaitu:

1. Fakta Sosial

Fakta sosial adalah cara manusia berpikir, bertindak dan berperasaan diluar individu, yang juga mempunyai kekuatan memaksa untuk mengendalikan individu.

Contoh kasus untuk fakta sosial, murid-murid di sekolah wajib datang sebelum pukul 08.00. Kewajiban tersebut dituangkan dalam peraturan yang disertai sanksi apabila dilanggar. Fakta sosialnya: cara bertindak, berpikir dan berperasaan diluar individu (sekolah) bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

2. Tindakan Sosial

Pokok bahasan kedua yaitu tindakan sosial, merupakan tindakan yang dilakukan dalam rangka mempertimbangkan perilaku orang lain.

Contohnya, menanam bunga untuk pribadi bukan tindakan sosial. Menanam bunga untuk diikutsertakan dalam lomba dan mendapat perhatian orang lain, itulah bentuk tindakan sosial.

3. Khayalan Sosiologis

Pokok bahasan khayalan sosiologis diperlukan untuk memahami apa yang terjadi dalam diri manusia dan masyarakat. Khayalan sosiologi membantu manusia memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup individu, serta hubungan antara keduanya.

Troubles dan issue adalah dua alat dalam khayalan sosiologis. Troubles adalah permasalahan individu yang mengancam nilai-nilai pribadi, sedangkan issue adalah hal diluar jangkauan kehidupan pribadi individu.

Contoh troubles dan issue dijelaskan dengan tingkat pengangguran. Ketika di suatu wilayah hanya ada satu orang pengagguran, hal tersebut termasuk troubles yang diselesaikan dengan peningkatan keterampilan pribadi.

Namun, apabila setengah bahkan lebih dari penduduk wilayah tersebut merupakan pengangguran, hal ini termasuk issue. Kajian yang lebih luas dibutuhkan untuk menangani masalah pengangguran tersebut.

4. Realitas Sosial

Dalam ilmu sosiologi, seorang ahli sosiologi harus mampu mengungkap berbagai tabir menjadi realitas yang tidak terduga. Pembuktian tabir tersebut tetap harus dilakukan dengan metode ilmiah dan objektif yang mengesampingkan prasangka pribadi dan penilaian normatif.

Hasil pencarian :

Pengertian sosial secara umum, pengertian sosiologi menurut para ahli, pangertian sosiologi pendidikan, pengertian sosiologi hukum, pengertian sosiologi politik, sejarah sosiologi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: