pengertian akutansi

√ Pengertian Akutansi Menurut Para Ahli | Laporan & Fungsi (Terlengkap)

Pengertian Akutansi – Akuntansi merupakan salah satu fungsi penting dalam tata kelola suatu entitas. Hasil proses akuntansi membantu para pengambil keputusan dalam menetapkan arah dan kebijakan bisnis kedepannya. Artikel ini memberikan pengetahuan mengenai pengertian akuntansi, fungsi, laporan, serta profesi akuntan di Indonesia.

Merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, pengertian akuntansi dimuat sebagai teori dan praktik perakunan, termasuk di dalamnya tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman atau kebiasaan, beserta semua kegiatannya. Dengan kata lain, akuntansi adalah sebuah seni dalam hal pencatatan transaksi keuangan.

Selain pengertian dari KBBI, para ahli ekonomi dan akuntansi juga memiliki pandangan masing-masing tentang pengertian akuntansi. Berikut pengertian akuntansi dari ahli dan organisasi akuntansi.

Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

pengertian akutansi

American Accounting Association (AAA)

Organisasi AAA adalah lembaga yang bergerak di bidang riset, pengembangan, serta pengajaran akuntansi di Amerika Serikat. AAA dapat dikatakan sebagai salah satu organisasi akunting terbesar yang ada.

Berdasarkan AAA, akuntansi dapat diartikan sebagai proses-proses identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. Proses-proses tersebut memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi pengguna informasi.

Dalam hal ini, akuntansi berfungsi sebagai alat analisa data atau transaksi keuangan. Akuntansi berguna untuk proses pengambilan keputusan bagi pengguna informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi.

American Institute of Certified Public Accountant (AICPA)

Lembaga AICPA merupakan organisasi profesional yang menaungi akuntan publik di Amerika Serikat. AICPA beranggotakan akuntan publik yang telah terdaftar di Amerika Serikat.

Pengertian akuntansi menurut AICPA adalah seni pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan. Akuntansi termasuk juga menafsirkan hasil-hasil pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran tersebut.

Dengan kata lain, akuntansi merupakan seni mencatat, menggolongkan dan menyusun ikhtisar kejadian atau transaksi keuangan. Hasil dari proses akuntansi selanjutnya disajikan dalam laporan keuangan.

Charles Thomas Horngren dan Walter T. Harrison

Kedua ahli tersebut memiliki profesi yang berbeda. Charles Thomas Horngren adalah profesor akuntansi di Stanford University, sedangkan Walter T. Harrison terkenal sebagai penulis buku-buku akuntansi.

Horngren dan Harrison memberikan pandangan tentang pengertian akuntansi dalam sebuah buku karangan mereka. Keduanya sepakat untuk mendefinisikan akuntansi sebagai suatu sistem informasi yang mengukur aktifitas bisnis, memproses data menjadi laporan, hingga mengomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan (stakeholder).

Akuntansi menurut Horngren dan Harrison dapat difungsikan sebagai alat pengukur kinerja bisnis, pemroses data melalui pengelompokkan, serta pengikhtisaran transaksi keuangan.

Data yang telah dihasilkan dari proses akuntansi akan disajikan dalam bentuk laporan yang berguna untuk mempermudah pengambilan keputusan para pelaku bisnis.

Financial Accounting Standards Board (FASB)

Lembaga FSAB merupakan badan otoritatif yang dibangun pada tahun 1959 oleh American Institute of Certified Public Accountant (AICPA). FSAB dibentuk untuk menggantikan lembaga Accounting Principle Board (APB).

FSAB menerbitkan pernyataan dan prinsip-prinsip akuntansi yang dijadikan acuan di seluruh dunia. Berdasarkan pernyataan dari FSAB, akuntansi adalah kegiatan jasa untuk menyediakan informasi kuantitatif yang kemudian digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Keputusan Menteri Keuangan

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 476 KMK 01 tahun 1991 juga memuat pengertian akuntansi. Berdasarkan putusan tersebut, akuntansi diartikan sebagai suatu proses pengumpulan, penganalisaan, pengklasifikasian, pencatatan, peringkasan dan pelaporan terhadap suatu transaksi keuangan.

Proses-proses tersebut dilakukan dari kesatuan ekonomi untuk menghasilkan dan menyediakan sebuah informasi keuangan. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Kohler’s Dictionary

Kohler’s Dictionary for Accountans merupakan kamus khusus yang diperuntukan bagi para akuntan. Kamus ini disusun oleh Eric Louis Kohler tahun 1892-1976 dan dipublikasi pertama kali pada tahun 1952.

Dalam Kohler’s Dictionary, akuntansi diartikan sebagai sebuah seni dalam pencatatan dari proses transaksi keuangan.

Paul Franklin Grady

Ahli akuntansi dari Amerika, Paul Grady, mendefinisikan akuntansi sebagai tubuh dari ilmu pengetahuan serta fungsi organisasi secara sistematis, autentik dan original.

Akuntansi berguna dalam hal mencatat, mengklasifikasi, memproses, membuat ikhtisar, menganalisa, serta menginterpretasi seluruh transaksi dan kejadian dalam operasional entitas akuntansi.

Akuntansi juga membantu merekam kejadian serta karakter keuangan yang terjadi dalam operasional entitas akuntansi. Tujuan akuntansi adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen, sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterima.

Suparwoto L.

Suparwoto adalah salah satu praktisi akuntansi yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Suparwoto merupakan lulusan dari California State University.

Menurut Suparwoto, akuntansi adalah teknik atau sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan, serta menyajikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi, kepada pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak eksternal yang dimaksud meliputi investor, kreditur, pemerintah, serikat buruh, dan lain-lain.

West Churman

Churman merupakan salah satu profesor bisnis di Universitas California yang terkenal sebagai ahli dalam riset dan operasi sistem. C. West Churman juga terkenal sebagai salah satu filsuf yang berasal dari Amerika.

West Churman berpandangan bahwa akuntansi adalah pengalaman tertulis yang berguna untuk pengambilan keputusan. Dapat dikatakan bahwa akuntansi merupakan tulisan tentang kejadian masa lalu, untuk memudahkan manajemen maupun yang berkepentingan, dalam hal membuat keputusan.

Pengertian akuntansi dari institusi dan para ahli memuat satu kesamaan, yaitu sistem pemrosesan pencatatan keuangan yang hasil akhirnya berupa sebuah laporan yang memuat informasi. Laporan tersebut dapat diberikan kepada pihak yang berkepentingan.

Artikel Terkait : Pengertian Sepak Bola

Fungsi Akuntansi

pengertian akutansi

Akuntansi memiliki fungsi yang vital dalam bisnis, karena hasil proses akuntansi dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Lebih jelasnya, fungsi-fungsi dalam akuntansi adalah sebagai berikut.

1. Merekam Pencatatan

Fungsi utama akuntansi adalah merekam pencatatan keuangan secara sistematis dan kronologis. Rekaman catatan transaksi akan dikirim ke Account Ledger (Buku Besar). Setelah dari buku besar, disiapkan akun akhir untuk mengetahui keuntungan, kerugian, serta informasi lain dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

2. Melindungi Properti dan Aset

Akuntansi dalam sebuah bisnis atau perusahaan dapat berfungsi untuk menghitung jumlah penyusutan aset sebenarnya. Perhitungan penyusutan aset dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat dan berbeda-beda untuk setiap jenis aset.

Disipasi tidak sah dari aset mengakibatkan bisnis dapat mengalami kebangkrutan. Hal tersebut menyebabkan sistem akuntansi dirancang untuk melindungi properti dan aset bisnis dari pemakaian tidak sah.

3. Mengomunikasikan Hasil

Hasil proses-proses akuntansi disajikan dalam bentuk laporan sesuai kaidah akuntansi. Laporan-laporan ini diberikan kepada pihak internal dan eksternal perusahaan/bisnis sesuai kesepakatan dan aturan yang berlaku. Contohnya, selain diberikan pada pihak manajemen internal, laporan keuangan juga diberikan kepada investor, kreditor, karyawan, dan lain-lain.

4. Meeting Legal

Akuntansi juga menjadi sarana untuk memastikan seluruh prosedur perusahaan, meliputi pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan yang harus selalu berada dalam koridor hukum negara.

5. Mengklarifikasikan

Aktivitas klarifikasi dapat ditemukan pada pencatatan buku besar atau ledger. Klarifikasi dilakukan terkait analisis sistematis dari semua data yang tercatat. Adanya klasfikasi dapat memudahkan dalam hal pengelompokkan jenis transaksi atau entri data.

6. Membuat Ringkasan

Pembuatan ringkasan dalam hal ini melibatkan penyajian data rahasia dengan penyampaian yang bisa dimengerti. Ringkasan juga berguna bagi internal maupun eksternal pengguna akhir laporan akuntansi tersebut. Ringkasan mengacu kepada penyusunan laporan neraca saldo, laporan laba rugi, serta neraca.

7. Analisis dan Menafsirkan

Proses ini mencakup analisis dan penafsiran data-data yang telah diolah. Data keuangan yang sudah melalui proses analisa akan diinterpretasikan agar dimengerti oleh pengguna akhir laporan. Hal ini membantu dalam membuat penilaian mengenai kondisi keuangan dan tingkat profitabilitas operasional bisnis.

Artikel Terkait : Pengertian Bola Voli

Laporan Akuntansi

pengertian akutansi

Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis karena menjadi alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak yang telah ditentukan. Dalam rangka menyampaikan informasi, digunakanlah laporan akuntansi sebagai alatnya.

Laporan akuntansi lebih dikenal dengan istilah laporan keuangan. Terdapat empat jenis laporan keuangan yang umumnya dimiliki oleh perusahaan, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, serta laporan arus kas. Masing-masing laporan dijelaskan sebagai berikut.

Laporan Posisi Keuangan

Nama lain dari laporan posisi keuangan adalah neraca atau balance sheet dalam Bahasa Inggris. Laporan posisi keuangan atau statement of financial position merupakan bagian dari laporan keuangan suatu entitas (perusahaan), dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas pada akhir periode tersebut.

Komponen dalam laporan posisi keuangan terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas dan ekuitas. Aturan terpenting dalam neraca, aset harus sama dengan jumlah liabilitas ditambah ekuitas. Rumusnya dituliskan sebagai:

aset = liabilitas + ekuitas

Informasi yang dapat disajikan dalam neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut. Semua itu dihitung dalam satu periode akuntansi, dengan opsi triwulanan, caturwulanan, atau tahunan.

Neraca dapat memberikan informasi jumlah kekayaan entitas (perusahaan), kemampuan membayar kewajiban, hingga kemampuan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Informasi hutang kepada kreditur dan jumlah investasi juga dapat dilihat dari neraca.

Laporan Laba Rugi Komprehensif

Laporan laba rugi komprehensif merupakan ikhtisar pendapatan dan beban suatu entitas untuk periode tertentu, sehingga diketahui perolehan laba atau kerugian yang dialami. Laporan ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

Unsur-unsur dalam laporan laba rugi komprehensif biasanya terdiri dari lima akun, yaitu sebagai berikut:

  1. pendapatan dari penjualan (dikurangi beban pokok penjualan)
  2. laba/rugi kotor (dikurangi beban usaha)
  3. laba/rugi usaha (ditambah atau dikurangi penghasilan/beban lain)
  4. laba/rugi sebelum pajak (dikurangi beban pajak)
  5. laba/rugi bersih

Total laba rugi komprehensif dinyatakan sebagai perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya. Jumlahnya dihitung selain perubahan dari transaksi dengan pemilik, dalam kapasitasnya sebagai pemilik perusahaan.

Konsep laba berkaitan langsung dengan unsur penghasilan dan beban. Berdasarkan konsep tersebut, laba diperoleh apabila jumlah finansial dari aset bersih pada akhir periode lebih besar dari aset bersih pada awal periode.

Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas disebut juga dengan nama laporan perubahan modal. Sesuai dengan namanya, laporan perubahan ekuitas menunjukkan perubahan aktiva bersih (modal) untuk satu periode akutansi tertentu. Sebab-sebab perubahan modal dapat diketahui dari laporan perubahan ekuitas ini.

Laporan perubahan ekuitas mempunyai beberapa komponen di dalamnya. Komponen-komponen tersebut antara lain:

  1. laba atau rugi bersih pada periode yang bersangkutan,
  2. setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya, berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terkait dan diakui secara lansung dalam PSAK,
  3. pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan perubahan terhadap kesalahan mendasar, sebagaimana diatur dalam PSAK terkait,
  4. transaksi modal dengan pemilik dan distribusinya kepada pemilik,
  5. saldo akumulasi laba atau rugi pada awal periode yang disertai dengan perubahannya,
  6. rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mana mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Laporan Arus Kas

Dalam Bahasa Inggris, laporan arus kas disebut juga dengan cashflow statement. Laporan arus kas adalah bagian dari laporan keuangan entitas yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

Laporan arus kas dapat menjadi alat pertanggungjawaban arus kas yang masuk dan selama periode akuntasi berjalan. Taksiran arus kas yang telah dibuat pada periode sebelumnya dapat diukur tingkat kecermatannya melalui laporan arus kas periode berjalan.

Laporan arus kas digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih entitas dan struktur keuangannya, termasuk rasio likuiditas dan solvabilitas. Laporan tersebut juga dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam hal menghasilkan kas di masa mendatang.

Artikel Terkait : Pengertian Hukum

Profesi Akuntan di Indonesia

pengertian akutansi

Orang yang menjalankan profesi atau praktisi akuntansi diistilahkan sebagai akuntan. Terdapat beberapa jenis profesi akuntan, yaitu:

Akuntan Perusahaan

Akuntan perusahaan adalah seseorang yang berprofesi sebagai akuntan dan bekerja untuk melaksanakan prosedur akuntansi di internal perusahaan. Dapat dikatakan bahwa akuntan perusahaan berada di bawah unit organisasi perusahaan.

Seorang akuntan perusahan dipenuhi dengan tanggung jawab terhadap proses pencatatan dan pengikhtisaran keuangan perusahaan. Beberapa tugas umum dari akuntan perusahaan antara lain:

  1. Menyusun sistem akuntansi perusahaan
  2. Menyusun laporan akuntansi untuk internal dan eksternal perusahaan
  3. Menyusun anggaran
  4. Menangani perpajakan

Akuntan Publik

Akuntan publik merupakan akuntan yang memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Seorang akuntan publik dapat memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan jasa akuntan.

Setiap akuntan publik di Indonesia wajib menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Organisasi IAPI adalah asosiasi profesi akuntan yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Agar dapat menjadi akuntan publik di Indonesia, seorang akuntan harus lulus ujian profesi yang dinamakan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Setelah lulus USAP, akuntan berhak memperoleh sebutan ‘CPA Indonesia’. Sertifikat kelulusan dikeluarkan oleh IAPI dan harus diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Artikel Terkait : Pengertian Filsafat

Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah profesional di bidang akuntansi yang bekerja di instansi pemerintah. Tugas pokok akuntan pemerintah adalah memeriksa pertanggungjawaban keuangan dari unit-unit organisasi dalam pemerintah dan pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah.

Ketika melakukan tugasnya, akuntan pemerintah harus memegang kode etik akuntan pemerintah. Kode etik berguna sebagai sarana dan pedoman seorang profesional agar tidak merusak etika profesi yang dijalankannya.

Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik merupakan profesional di bidang akuntansi yang bekerja pada lembaga pendidikan. Akuntan pendidik dapat memberikan jasa pendidikan akuntansi pada masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.

Para akuntan pendidik tergabung dalam organisasi Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI – KAPd). Tugas-tugas seorang akuntan pendidik antara lain:

  1. Menyusun kurikulum pendidikan akuntansi
  2. Mengajarkan akuntansi di lembaga pendidikan
  3. Melakukan berbagai penelitian demi pengembangan ilmu akuntansi.

Hasil pencarian : 

Pengertian akutansi secara singkat, pengertian akutansi menurut para ahli, pengertian akutansi secara umum, pengertian akutansi bisnis, pengertian akutansi keuangan, pengertian akutansi dasar, peran akutansi, pengertian akutansi manajemen.

Leave a Reply

%d bloggers like this: